SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Cara unik dilakukan salah satu band papan atas Indonesia yakni D’MASIV. Pada perayaan ke 22 tahun perjalanan kariernya, grup band asal Jakarta tersebut memilih mengabadikannya lewat sebuah halte Transjakarta.
Band yang terdiri dari lima personel itu, mengakuisisi nama Halte Transjakarta Petukangan Utara yang kini telah resmi berubah menjadi Petukangan D’MASIV. “Kami sangat bahagia dan bersyukur bisa menghadiahi diri kami sendiri dengan sangat spesial. Memang mau bikin sesuatu yang bikin orang kaget gitu,” kata Rian Ekky Pradipta, vokalis D’MASIV, di Jakarta Selatan (3/3).
Penyematan nama tersebut sejatinya merupakan mimpi para personel sejak lama. Namun, baru terealisasi saat ini setelah didiskusikan sebulan yang lalu bersama pihak Transjakarta.
“Mungkin ini pertama kali, ya ada band yang memberikan naming rights untuk sebuah halte,” jelas Rian.
Halte Transjakarta Petukangan yang berada di Jakarta Selatan dipilih karena daerah tersebut menjadi saksi sejarah perjuangan D’MASIV, bahkan sebelum mengawali karier bermusik. Di salah satu studio musik di sana, Rian, Nurul Damar Ramadan (gitar), Dwiki Aditya Marsal (gitar), Wahyu Piadji (drum), dan Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bas) biasa latihan.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TJ) Welfizon Yuza menuturkan, kolaborasi terkait naming rights atau hak penamaan itu merupakan arahan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Tujuannya, memberikan kesempatan kepada seniman ataupun musisi agar bisa punya ruang di halte.
“Dan, kami membuktikan, ternyata naming rights tidak hanya bisa dikerjasamakan dengan brand, tapi juga bisa dengan musisi,” terang Welfizon.
Kebetulan PT TJ selaku pengelola Transjakarta atau busway sudah beberapa kali bekerja sama dengan D’MASIV. “D’MASIV sudah beberapa kali mengisi acara di TJ. Dari hasil obrolan, hasil silaturahmi, kami menemukan bentuk kerja sama yang baru, yang mungkin menjadi satu hal pertama di Indonesia,” katanya.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menambahkan, kerja sama naming rights itu akan berlangsung dalam satu tahun dan sesudahnya bisa diperpanjang sesuai kesepakatan. “Tentu semua ada nilainya ya, tidak gratis,” ujar Ayu.
Meski penamaan sudah berganti nama bandnya, Rian mengaku belum terbiasa mendengar atau mengucapkan Halte Transjakarta Petukangan D’MASIV. “Masih agak aneh dengarnya sih. Tapi, kami masih nggak nyangka juga punya kantor pas turun depannya Halte Petukangan D’MASIV,” tutur Rian.
Secara keseluruhan, penamaan Halte Petukangan D’MASIV merupakan penamaan keenam di halte-halte TJ. Lima halte TJ yang sudah dibeli hak penamaannya adalah Halte Bundaran HI Astra, Halte Senayan Bank DKI, Halte Widya Chandra Telkomsel, Halte Cawang Sentral 1 Polypaint dan Halte Swadarma Paragon Corp.
Kolaborasi antara TJ dan D’MASIV tidak hanya hak penamaan halte. Transjakarta juga menggandeng D’MASIV sebagai brand ambassador. Selain itu, Rian juga menjadi pengisi voice announcer untuk Halte Petukangan D’MASIV. (jpc)