SATELITNEWS.COM, SERANG – Salah satu pabrik kertas terbesar di Kabupaten Serang yaitu PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) yang berlokasi di Kecamatan Kragilan mencoba merangkul dan membentuk bank sampah. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah melalui program CSR.
Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper Serang mill, Dani Kusumah mengatakan program bank sampah ini berawal dari pertemuan dengan CEO Bank Sampah Digital Desty pada tahun 2021. “Begitu dipaparkan Bank sampah feeling saya ini yang kita butuhkan. Jadi saya bilang ini kedepan akan jadi program unggulan nasional,” ujarnya, Kamis (27/3).
Dani menuturkan, bahwa terkait dengan pembangunan bank sampah pihaknya telah melakukan MoU dengan enam bank sampah yakni Bank Sampah Digital, Bank Sampah Cahaya Wali Carenang, Bank Sampah Induk POLIRAN, Bank Sampah Induk Berkah Bhayangkara, Bank Sampah Kampung Keramat Kole Pamarayan dan Bank Sampah Sekolah SDN Graha Cisait Kragilan
Dijelaskan Dani pada saat ada kunjungan Kementrian Lingkungan Hidup, pihaknya diminta berperan aktif meningkatkan serapan waste paper lokal yang ada di Indonesia. Oleh karena itu pihaknya mencoba merangkul dan membentuk bank sampah yang ada di Kabupaten Serang khususnya, dan Banten umumnya.
Dani mengungkapkan program bank sampah tersebut berfokus pada pengolahan sampah baik plastik, kertas dan lainnya agar dimanfaatkan menjadi supplai industri.
Namun kata Dani bank sampah tidak ujug ujug mengirim sampah ke Indah Kiat tapi ada proses edukasi yang diberikan dulu. Diantaranya terkait pengenalan sampah.”Jadi mereka datang ke Indah Kiat kita undang kita paparkan tentang bagaimana pemilahan kertas, jenis kertas yang nilainya tinggi dan rendah, terus bagaimana kondisi moisture atau kelembaban dalam kertas,” ujarnya.
Baca Juga: Bangun Jalan 18 Kilometer, Karya Bakti TNI Hubungkan Enam Desa di Pandeglang
Sementara itu, CEO Bank Sampah Digital, Desty Eka Putri Sari mengatakan peran Indah Kiat sangat membantu dalam hal persampahan ink, sebab apabila tidak ada bantuan akan mengganggu suplai sampah kertas.
“Sebelumnya sebulan paling tinggi 9 ton, kalau gak dibantu mobil truknya dan hanya andalkan pick up kami itu berapa kali angkut jadi supaya efektif Indah Kiat bantu kirim armada mobil engkol. Kita dari 2022 MoU untuk pemenuhan kertas daur ulang tapi tidak hanya kardus,” tuturnya.
Ia mengatakan BSD tidak mendapatkan pendanaan pemerintah namun murni lahir dari kegelisahan masyarakat. Awalnya BSD didirikan berupa bank sampah unit di Kota Serang, saat ini berubah menjadi Serang Raya. “Kota Cilegon 41 titik unit, Kota Serang 141 dan 60 di Kabupaten Serang. Permintaan Pandeglang, Lebak banyak sekali tapi kami hitung secara operasional kami belum bisa,” pungkasnya.
Ia mengatakan ada lima sampah yang punya grafik rate paling tinggi, pertama kertas, plastik dan turunannya, logam dan turunannya, minyak jelantah dan lain lain. (sidik)





















