SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Hari pertama masuk kerja, kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) diserbu masyarakat. Mereka sengaja datang ke kantor tersebut, guna mengurus administrasi kependudukan (Adminduk).
Zahra, warga Kecamatan Picung mengatakan, dirinya datang ke kantor Disdukcapil sejak pukul 04.00 WIB supaya bisa mendapatkan nomor antrian, untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Datang ke sini dari pagi, dari jam empat. Sengaja datang untuk ngurus pembuatan KTP, karena mau dipakai buat kelengkapan persyaratan ujian. Makanya datang dari pagi, supaya bisa diurus,” katanya, Selasa (8/4/2025).
Dia mengaku kecewa, lantaran usahanya sejak pagi buta itu tidak membuahkan hasil. Dia tidak bisa mengurus pembuatan KTP, karena belum bisa melakukan perekaman hingga siang hari, karena terlalu banyak yang akan mengurus hal yang sama.
“Enggak bisa melakukan perekaman, padahal sudah dapat nomor antrian. Padahal ini sudah yang kedua kalinya datang. Kalau yang pertama sama sekali enggak dapat nomor antrean,” keluhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kabupaten Pandeglang, Yahya Gunawan Kasbin memastikan, setiap masyarakat yang akan mengurus Adminduk akan dilayani dengan baik sampai selesai.
Baca Juga: Empat Bulan, 12.536 Warga Lebak Pindah Kependudukan
“Pagi memang banyak, tetapi sekarang sudah berangsur lancar dan semuanya bisa diproses. Kenapa bisa membludak? Karena Pemerintah Pusat mencabut proses perekaman di semua kecamatan awal Ramadan kemarin,” ujarnya.
Yahya mengatakan, pihaknya masih membuka pelayanan hingga 28 Maret dan buka kembali pada tanggal 3 April. Akan tetapi, karena berbarengan dengan hari libur nasional, masyarakat yang mengurus adminduk sedikit.
“Malah di tanggal itu, hanya ada sekitar 50 an warga yang mengurus Adminduk. Karena masing-masing dari mereka ada kependingan sendiri, dan kemungkinan baru bisa mengurusnya hari ini, makanya membludak,” paparnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, membludaknya masyarakat yang mengurus adminduk akan dijadikan pelajaran bagi Pemkan Pandeglang. Tindakan itu harus dilakukan, agar masyarakat kedepannya bisa lebih mudah dalam mengurus Adminduk.
“Iya kejadian ini akan kita jadikan pelajaran, agar kedepan bisa lebih baik lagi. Bisa saja nanti kita akan menerapkan sistem digital, jadi masyarakat nanti bisa mendapatkan pelayanan lebih mudah dan enggak seperti sekarang,” imbuhnya. (adib)



















