SATELITNEWS.COM, LEBAK— Mobilitas penduduk di Kabupaten Lebak sepanjang awal tahun 2026 terbilang cukup tinggi. Dalam kurun waktu Januari hingga April, ribuan warga tercatat mengurus perpindahan administrasi kependudukan ke berbagai daerah di luar Lebak.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, jumlah warga yang mengajukan pindah domisili mencapai 12.536 orang. Angka tertinggi terjadi pada April 2026 yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Lebak, Ahmad Najiyullah mengatakan, selama April saja terdapat 4.081 warga yang mengurus perpindahan administrasi. Menurutnya, momen Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai urusan administrasi, termasuk perpindahan domisili ke daerah lain.
“Biasanya setelah Lebaran memang ada peningkatan pengajuan pindah penduduk. Pada April jumlahnya paling tinggi, mencapai sekitar 4.081 orang,” kata Najiyullah. Ia menjelaskan, daerah tujuan perpindahan warga Lebak masih didominasi wilayah perkotaan. Jakarta menjadi tujuan utama, disusul sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Bogor dan Sukabumi.
Faktor ekonomi disebut menjadi alasan paling dominan. Banyak warga memilih pindah karena mendapatkan pekerjaan atau mengikuti anggota keluarga yang lebih dahulu menetap di luar daerah. “Rata-rata karena pekerjaan dan keluarga. Kalau yang pindah ke Jakarta kebanyakan untuk bekerja,” ujarnya.
Di sisi lain, arus perpindahan masuk ke Kabupaten Lebak juga cukup tinggi. Selama empat bulan pertama tahun ini, tercatat sebanyak 11.026 warga dari luar daerah mengajukan perpindahan domisili ke Lebak. Najiyullah menuturkan, alasan perpindahan ke Lebak umumnya juga dipengaruhi faktor keluarga dan pekerjaan. Selain itu, akses transportasi yang semakin mudah dinilai menjadi daya tarik tersendiri.
Keberadaan jalan tol hingga layanan KRL commuter line membuat wilayah Lebak, khususnya kawasan Maja dan sekitarnya, mulai diminati masyarakat dari Jakarta maupun Tangerang untuk dijadikan tempat tinggal. “Sekarang akses ke Lebak jauh lebih mudah dibanding dulu. Sudah ada tol dan KRL, jadi banyak masyarakat luar daerah yang memilih pindah dan tinggal di sini,” tandasnya.(mulyana)