SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Jalan Raya Cirarab di Desa Rawa Kidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, sempat viral karena kondisinya yang rusak parah dan disebut netizen “seperti dihujani meteor”. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau perbaikan jalan tersebut pada Senin (5/5).
“Alhamdulillah, perbaikan jalan di wilayah Kalibaru dan sekitarnya, khususnya di Kecamatan Sukadiri, sudah mulai dikerjakan. Kami memohon maaf jika selama proses perbaikan ini menimbulkan ketidaknyamanan. Insya Allah, pengerjaan ini ditargetkan selesai dalam 120 hari kalender,” ujar Bupati.
Maesyal Rasyid juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang telah menyuarakan kondisi jalan tersebut melalui media sosial. Ia berharap setelah diperbaiki, jalan bisa kembali digunakan dengan nyaman dan aman oleh warga.
“Insya Allah, setelah rampung, jalan ini akan bisa dimanfaatkan secara normal kembali demi kelancaran aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan proyek ini mencakup perbaikan jalan sepanjang 185 meter dengan lebar 7 meter. Selain itu, akan dibangun tembok penahan tanah (TPT) untuk memperkuat struktur jalan.
“Pembangunan ini dirancang agar lebih tahan terhadap potensi kerusakan, terutama karena lokasi jalan yang dekat dengan aliran sungai. Kami pastikan pengerjaan mengikuti standar teknis dan tepat waktu,” kata Iwan.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Warga setempat Kurtubi, menyambut baik langkah cepat pemerintah. Menurutnya, jalan tersebut sudah sangat membahayakan dan mengganggu aktivitas warga.
“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati atas perhatian dan tindak lanjutnya. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan segera rampung,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, viralnya video berdurasi sekitar 20 detik yang memperlihatkan kerusakan parah di Jalan Raya Cirarab. Dalam video itu tampak jalan yang terbelah dan sulit dilalui kendaraan, diduga akibat sering dilintasi truk bermuatan berat.
Pihak DBMSDA menyebutkan bahwa kerusakan terjadi karena jalan tersebut memang sedang dalam tahap perbaikan dan telah diusulkan masuk program pembangunan sejak tahun 2024. (alfian/aditya)
























