SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, meresmikan Gedung Bunker Radioterapi dan Operasionalisasi Kemoterapi di RSUD Provinsi Banten, Kamis (8/5/2025). Hal itu dilakukan, sebagai upaya Pemprov Banten untuk memperkuat pelayanan terhadap masyarakat penderita kanker.
Gedung bunker itu, memiliki tiga ruangan utama yang dirancang untuk memastikan pengobatan kanker lebih tepat sasaran dan aman, seperti ruang Simulator yang digunakan untuk memastikan ketepatan penyinaran sebelum tindakan radioterapi dilakukan, sehingga kerusakan pada jaringan sehat bisa diminimalkan.
Lalu, ruang Linear Accelerator (LINAC) yang digunakan untuk penanganan kanker di luar rahim atau ovarium dengan teknologi presisi tinggi yang mampu menargetkan sel kanker secara tepat.
Terakhir, ruang Brakiterapi (Brachytherapy) yang digunakan khusus untuk kanker pada wanita seperti, serviks dan ovarium, di mana radiasi dilakukan langsung pada area tumor untuk efektivitas yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kasus kanker di Provinsi Banten sendiri, pada tahun 2024 tercatat ada 1.659 kasus kanker baru, sementara hingga April 2025, ada 472 kasus baru. Jenis kanker yang paling banyak ditemukan, meliputi kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker kolorektal.
“Fasilitas ini kami siapkan untuk memberikan layanan yang lebih paripurna bagi pasien kanker, mulai dari diagnosis, perawatan, hingga pemulihan. Harapannya, ini bisa menekan angka kematian akibat kanker dan memberikan harapan baru bagi para pasien,” jelas Ati.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
Meski demikian, Pemprov Banten juga bekerjasama dengan Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) sebagai rumah sakit pengampu didalam satu tindakan sebelum benar-benar sattle ini diampu.
Sehingga, ketika kita ada menemukan kesulitan-kesulitan dalam melakukan tindakan atau fasilitasnya yang kurang, kita bisa langsung berkonsultasi dengan RSCM karena disana ada pakar dan profesor-profesor yang turun didalam layanan kanker.
“Karena case kasus pada kanker ini berbeda-beda jadi kalau kita menemukan kesulitan,” pungkasnya.
Gubernur Banten Andra Soni menambahkan, fasilitas baru ini diharapkan mampu memperkuat penanganan kanker yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dengan layanan radioterapi dan kemoterapi yang kini tersedia di Banten, pasien kanker tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan yang komprehensif.
“Dengan hadirnya fasilitas ini, kita tidak hanya meningkatkan akses dan mutu layanan, tetapi juga memperkuat semangat untuk terus berinovasi dan membangun sistem kesehatan yang tangguh, humanis, dan berkeadilan,” ujar Andra.
Baca Juga: Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi
Seluruh fasilitas di RSUD ini, kata Andra, ia rancang sesuai standar keselamatan dan teknologi mutakhir serta dilengkapi dengan tenaga medis yang profesional dan berdedikasi. Hal ini tentu menjadi langkah besar dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan serta menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan regional yang unggul.
“Makanya kita resmikan Gedung bunker ini,” pungkasnya.
Namun demikian, untuk perlengkapan peralatan kesehatannya masih menunggu hibah dari pemerintah pusat atau APBN. Andra berharap itu bisa segera direalisasikan, karena fasilitas tempatnya sudah disediakan sesuai standar.
“Kami menginformasikan kepada kemenkes bahwa bunker Radioterapi sudah siap. Karena ini banker harus di uji dan harus di uji menggunakan alat yang terpasang,” tutupnya. (luthfi)
























