SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana melibatkan perusahaan swasta dalam menyelesaikan masalah persampahan. Pemkot akan bekerja sama dengan swasta untuk mengelola
Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
“Iya ada beberapa opsi kita menambahkan alat, atau kita bekerjasama untuk se-Tangsel dengan profesional dengan pihak swasta,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau TPS3R Pasar Cantik, Selasa (27/5).
Menurut Pilar, pengelolaan sampah harus dilakukan secara profesional. Walaupun begitu, kata dia, kontrolg secara berkala tetap diperlukan guna mengevaluasi setiap pekerjaan.
“Ini yang sedang kita dalami, mana yang lebih baik. Kalau memang tambah alat operasional dengan tim DLH oke, kalaupun bisa diolah dengan profesional kenapa tidak? Libatkan masyarakat supaya juga pengelolaan sampah profesional tinggal kita nanti evaluasi, kalau tidak benar kita ganti lagi pengelolanya,” jelasnya.
Pilar melanjutkan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kinerja kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang sebelumnya mengelola TPS3R Pasar Cantik Ciputat. Sebagai tindak lanjut, Pemkot akan membentuk KSM baru yang diharapkan bisa bekerja lebih optimal sesuai dengan prosedur operasional standar.
“KSM kita ganti, kita bentuk KSM baru ke depan. Ini kira-kira ada sepuluh hari lagi kita angkut supaya semuanya bersih. Lalu nanti KSM itu yang mengelola dengan baik, nanti dengan peralatan dan lain-lain supaya pada saat sampah itu tidak ditumpuk seperti ini,” katanya.
“Makanya kemarin kita evaluasi, kita bubarkan dengan kelurahan untuk membantu pembentukan yang baru supaya kedepan TPS3R pengelolaan benar-benar sesuai dengan operasi prosedur,” sambungnya.
Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi kinerja pengelola TPS3R. Jika KSM baru tidak mampu menjalankan tugas sesuai harapan, maka akan diganti demi terciptanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, TPS3R belakang ini menjadi perbincangan lantaran kondisinya yang cukup memprihatinkan. Lokasi yang seharusnya melakukan serangkaian pengolahan sampah sesuai dengan namanya, tetapi hanya menjadi tempat pembuangan sampah saja.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah di lokasi menyebutkan bahwa saat ini pihaknya menampung semua masukan. Nantinya, kata dia, pihaknya bakal mempertimbangkan dari segi efektif dan efisien.
“Sementara ini kita tampung dulu semua masukan, baru kita ngambil kebijakan mana yang lebih efektif dan efisien. Sementara namanya juga opsi seperti apa. Kita ambil langkah strategis melihat efisien efektif gimana,” bebernya. (eko)