SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti bicara soal Vinicius Junior yang memble di Timnas Brasil. Winger Real Madrid itu dinilai cuma tertekan bersama Selecao.
Performa Vinicius di Madrid dan Timnas Brasil berbeda. Jika sang winger garang di level klub, tidak saat membela negaranya.
Di Brasil, Vinicius belum memberikan prestasi nyata. Ia cuma membawa Tim Samba menjadi runner up Copa America 2021, selebihnya memble. Sejak membela Brasil pada 2019, ia punya 38 caps dan bikin 6 gol saja.
Padahal di Madrid, Vinicius bisa mengantar Madrid juara LaLiga dua kali dan Liga Champions dua kali dalam lima tahun terakhir. Ia bahkan masuk nominasi peraih Ballon d’Or berkat penampilannya, yang total membuat 316 penampilan serta bikin 105 gol.
Situasi itu coba dianalisis Carlo Ancelotti, yang kini melatih Timnas Brasil. Eks pelatih Madrid itu meyakini Vinicius Junior cuma tertekan membela timnasnya.
“Dia luar biasa, fantastis, pekerja keras, seorang petarung. Pemain asal Brasil ini memiliki rasa cinta yang besar terhadap tim nasional, dan hal tersebut dapat mempengaruhi pemikirannya secara alami,” kata Ancelotti kepada Marca.
“Dia berada di bawah tekanan untuk tampil baik, yang mencegahnya melakukan kesalahan. Saya yakin dia akan memberikan yang terbaik untuk tim nasional. Ia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Dia selalu ada di sana,” ujarnya.
Ancelotti, yang melatih Vinicius di Madrid sejak 2021 sampai 2025, menilai sang pemain akan memberikan penampilan terbaiknya. “Ia adalah seorang pekerja keras dan petarung yang berbeda dari yang lain. Versi terbaiknya akan segera muncul,” ungkap Don Carlo.
Vinicius Junior kini masuk skuad Timnas Brasil yang dilatih Carlo Ancelotti. Dua agenda menunggu, yakni melawan Ekuador dan Paraguay di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONMEBOL, 6 dan 11 Juni mendatang.
Di sisi lain, Ketua delegasi Timnas Italia Gianluigi Buffon ikut mengomentari penolakan Francesco Acerbi untuk bergabung dengan skuad Gli Azzurri. Bek Inter Milan itu dinilai melewatkan momen berharga untuk membela nama negara.
Nama Acerbi sempat masuk dalam skuad Italia yang dipersiapkan untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menghadapi Norwegia dan Moldova bulan ini. Namun ia akhirnya memutuskan mundur.
Kekalahan Inter dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions akhir pekan lalu awalnya diduga menjadi alasan mengapa ia memilih absen, meski pelatih Luciano Spalletti menegaskan bahwa penolakan Acerbi bukan disebabkan kelelahan.
Belakangan Acerbi buka suara bahwa ia merasa tak benar-benar diinginkan di dalam tim oleh Spalletti. Ia pun memilih cabut dan memberikan tempat untuk yang lain ketimbang bertahan di lingkungan yang baginya tak memberinya rasa hormat yang selayaknya.
Buffon kemudian angkat suara. Ia tampak menyayangkan sikap Acerbi yang memilih mundur karena tak sejalan dengan Spalletti. “Seorang pesepakbola (Acerbi) tak hanya mengatakan tidak kepada Spalletti, ia mengatakan tidak kepada sesuatu yang lebih besar, yaitu Italia,” ujar Buffon dalam acara televisi Italia, La Domenica Sportiva, seperti dikutip Calciomercato.
“Pada akhirnya, orang-orang seperti saya dan Spalletti, sama seperti setiap pelatih dan manajer sebelumnya, kami hanya sementara di sini.”
“Kami mendapat kehormatan untuk dapat mewakili Italia selama periode tertentu dalam hidup kami,” jelasnya. (dm)