SATELITNEWS.COM, SERANG–Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah tidak ingin menggunakan kendaraan dan rumah dinas yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang untuk menunjang pekerjaannya. Dia tidak ingin membebani keuangan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Ibu Bupati menggunakan kendaraan pribadi yang digunakan untuk dinas, ada dua kendaraan. Kemudian untuk rumah dinas, ibu menggunakan rumah pribadi di Ponpes Bai Mahdi Pabuaran,” ujar Asda III Pemkab Serang, Ida Nuraida, Kamis (5/6).
Adapun alasannya, kata Ida, Bupati Serang dengan jargon Serang Bahagia itu tidak ingin menggunakan kendaraan dinas yang didanai dari APBD karena membebani. Kemudian untuk rumahnya yang memilih tinggal di Ponpes, Bupati ingin lebih berkah, apalagi dikelilingi anak anak yatim piatu yang disekolahkan di pesantrennya secara gratis.
Diakui Ida, sedianya memang Bupati Serang mendapatkan kendaraan dinas dan rumah dinas setelah dilantik, yang disediakan oleh Pemkab Serang melalui APBD.
“Kendaraan dinas bupati itu biasanya antara Rp2 miliar sampai Rp3 miliar sesuai spek, cuma memang di APBD ini belum dianggarkan, paling di perubahan kita kaji. Sedangkan untuk rumah dinas biasanya kita biasanya sewa,” ujarnya.
Terkait dengan kendaraan dinas bekas Bupati Serang sebelumnya, Ida mengungkapkan bahwa kendaraan sebelumnya digunakan oleh Wakil Bupati Serang. (sidik)
Baca Juga: Bupati Serang Berharap Ketum PBNU Terpilih Miliki Integritas dan Profesional
























