SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan program Bank Donor Darah Kelurahan (BD2K). Melalui program ini, PMI Tangsel menargetkan 54 bank darah tingkat kelurahan dapat terbentuk secara bertahap.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel, Suhara Manulang menyampaikan bahwa ide pembentukan BD2K lahir dari keprihatinan akan menurunnya stok darah, terutama saat bulan Ramadan lalu. Kondisi itu patut menjadi perhatian bersama lantaran mengkhawatirkan.
“Ada satu kejadian yang waktu itu rumah sakit besar di Jakarta, dari Ibu Ketua PMI Tangsel, untuk membantu ada kebutuhan darah di rumah sakit tersebut. Ini baru pertama kali rumah sakit tersebut kekurangan darah,” ujarnya saat peluncuran bank donor darah perdana di Rumah Tua Gg Salem 2 RT 002 RW 01, Kelurahan Serpong, Kamis (12/6).
Suhara menjelaskan bahwa ide BD2K terinspirasi dari program pemerintah bernama Gerakan Sayang Ibu, yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Dalam program itu, ibu hamil diklasifikasikan berdasarkan risiko dan lingkungan sekitar diminta siap sedia mendonorkan darah bila diperlukan.
“Nah dari konsep itu, kenapa kami juga tidak membuat gerakan Bank Donor Darah Kelurahan. Ya kalau di Tangsel kan tidak ada desa ya kelurahan,” ucapnya.
PMI Tangsel kini mulai mengumpulkan data golongan darah warga di tiap kelurahan. Data tersebut nantinya akan dikoordinasikan bersama RT, RW, Lurah, dan PMI Kecamatan. Ketika ada kebutuhan darah, warga dengan golongan darah yang sesuai bisa segera dihubungi.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
“Nah sehingga nanti data yang kita dapatkan yang periksa golongan darahnya ya bersyukurnya kalau ada yang donor. Kita akan serahkan itu ke lurah atau RT, RW, lurah dan kami di PMI dan PMI Kecamatan. Jadi PMI kecamatan itu sebagai PIC,” paparnya.
Suhara menyampaikan, hubungan emosional dan kekerabatan antar tetangga diharapkan menjadi kekuatan utama dalam sistem ini. PMI Tangsel menargetkan membangun 54 bank darah tingkat kelurahan. Proyek dimulai dari Kelurahan Serpong, dengan rencana ekspansi ke Pamulang dan Pondok Aren pada bulan-bulan berikutnya.
“Sehingga suatu saat ada yang membutuhkan kita tinggal kontak RT-nya kan gitu. Supaya masyarakat sekitarnya yang golongannya sama bisa datang ke PMI. Kalau bertetangga kan pasti ada hubungan emosional dan mungkin kekerabatan. Itu sebenarnya intinya,” jelasnya.
Suhara mengajak seluruh masyarakat Tangsel untuk ikut berpartisipasi aktif, tidak hanya sebagai pendonor, tetapi juga sebagai agen informasi dan penggerak di lingkungan masing-masing. Dengan dimulainya program BD2K, diharapkan bisa menciptakan sistem pendonoran darah yang lebih responsif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan.
Dalam peluncuran bank donor kelurahan di Kelurahan Serpong, puluhan warga nampak antusias menyimak informasi yang diberikan oleh petugas. Dalam momentum itu juga turut dilakukan simulasi donor darah dan pemberian piagam penghargaan terhadap warga yang sudah mendonor lebih dari 10 kali. (eko)























