SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sejumlah warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan kondisi jembatan Blengbeng, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik.
Selain karena kondisi jembatan yang sudah rusak, dan tidak layak digunakan, jembatan itu juga kerap menyebabkan kecelakaan, karena badan jembatan hanya menggunakan kayu yang sudah rapuh alias jembatan sementara hasil patungan masyarakat.
Sebelum mengalami kerusakan, jembatan itu merupakan akses vital masyarakat untuk beraktivitas, baik untuk pergi ke sawah, kebun, sekolah, maupun kegiatan lainnya. Namun, pada tahun 2022 lalu, jembatan tersebut mengalami kerusakan karena faktor usia dan sering digenangi banjir.
Warga kemudian, berinisiatif melakukan perbaikan dengan cara membangun jembatan sementara dari kayu. Tindakan itu sengaja dilakukan, karena Pemerintah Daerah (Pemda) tidak kunjung merespons usulan pembangunan jembatan yang sudah rusak tersebut.
Jembatan sementara itu, saat ini kondisinya sudah lapuk, karena dimakan usia dan sering digenangi banjir. Dalam satu bulan, setidaknya ada empat sampai enam kali, pengendara motor terjatuh karena kondisi jembatan yang licin dan lapuk. Kejadian itu, membuat para pengendara mengalami luka ringan karena terbentur jembatan.
Asmadi (48), warga setempat mengatakan, dia terjatuh di jembatan itu karena kondisi jembatannya tidak layak. Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada hari Selasa (1/7/2025) kemarin, dan menyebabkan dirinya terluka parah.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Akibat kejadian itu, Asmadi harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Cikeusik, dan menerima 17 jahitan di bagian kaki kirinya.
“Kemarin jatuh, pas melintasi jembatan itu, lumayan parah lukanya, banyak jahitan juga. Langsung dibawa ke Puskesmas, karena memang lukanya parah, takut sebenernya kalau lewat jembatan itu,” katanya, Rabu (2/7/2025).
Dia menceritakan, selain dia, masih banyak pengendara atau masyarakat yang mengalami kejadian serupa ketika melintasi jembatan itu. Bahkan, setiap satu minggu selalu ada satu kejadian kecelakaan dilokasi yang sama.
“Saya adalah korban keempat, selama bulan Juni ini saja. Bahkan, pada tahun 2022 saat jembatan ini ambruk, dua orang warga sempat terjatuh ke bawah jembatan. Sudah sering kejadian kalau lewat jembatan ini,” tambahnya.
Ery, warga lainnya mengatakan, jembatan Blengbeng merupakan akses vital yang menghubungkan masyarakat antar kampung, serta menjadi jalur utama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya untuk menuntut ilmu. Namun, kondisi jembatan yang memprihatinkan dan minim perbaikan, telah lama dikeluhkan warga.
Meskipun berbagai insiden telah diberitakan oleh media, masyarakat mengaku kecewa dengan lambannya respons dari pihak pemerintah. Karena sampai saat ini jembatan tersebut belum pernah dilakukan pembangunan.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
“Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini, baik secara langsung maupun melalui media. Tapi seolah-olah tidak pernah ada tanggapan serius. Padahal ini soal nyawa,” ujarnya.
Dia berharap, banyaknya kejadian kecelakaan itu bisa menjadi perhatian serius bagi Pemkab Pandeglang agar segera mengambil langkah konkret, yaitu dengan memperbaiki jembatan tersebut, demi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas harian warga Cikeusik.
“Harapan warga itu sederhana, ingin supaya dilakukan perbaikan karena banyak terjadi kecelakaan. Kami sudah sering menyampaikan hal ini, tetapi sampai sekarang enggak pernah ada respons,” tuturnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Ade Muamar, menyayangkan lambannya penanganan pembangunan jembatan di Cikeusik oleh Pemkab Pandeglang. Persoalan itu, kata dia, akan dibahas dan disampaikan secara langsung kepada instansi terkait.
“Seharusnya bisa segera dilakukan penanganan, paling tidak dengan membuat jembatan sementara yang pas dan bukan dari kayu. Kita akan sampaikan hal ini, agar bisa segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat, belum bisa dimintai keterangan. Dihubungi melalui sambungan telepon, namun tidak merespons meski dalam keadaan aktif.(adib)
























