SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Kota Tangerang Selatan selaku tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 mengusulkan 45 cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang tersebut. Saat ini, Pemkot Tangsel sedang mempersiapkan berbagai venue pertandingan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan. Dia memastikan bahwa Kota Tangsel siap menjadi tuan rumah Porprov VII Banten.
“Insya Allah kami sebagai tuan rumah siap untuk pelaksanaan dan juga venue juga insya Allah siap,” ujar Pilar seusai membuka acara Festival Pencak Silat C’MORE Championship 2025 di Lapangan Puspemkot Tangerang Selatan pada Jumat (18/7).
Menurutnya, komunikasi antara Pemkot Tangsel dengan KONI Provinsi Banten dan Dispora Provinsi Banten juga terus berjalan secara intens. Persiapan sudah mencapai 30 persen.
“Terakhir saya sudah lakukan rapat konsolidasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, dan perangkat daerah lainnya. Sekarang kami sedang menunggu waktu untuk memaparkan langsung persiapan ke Wali Kota. Dalam waktu dekat juga akan dilakukan rapat teknis lanjutan,” tambahnya.
Pilar optimis, Kota Tangsel siap baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun ketersediaan venue pertandingan.
Meski rincian anggaran belum final karena menunggu ketuk palu, namun sebagian besar kebutuhan teknis telah dividentifikasi oleh Dispora dan dinas terkait.
“Insya Allah sekarang lagi difinalisasi. Saya belum berani bicara besarannya karena belum ketuk palu anggaran. Tapi setidaknya dari Dispora sendiri sudah mengetahui kebutuhan rinciannya,” jelasnya.
Terkait jumlah cabang olahraga (cabor), diperkirakan akan ada sekitar 45 cabor yang dipertandingkan. Beberapa venue akan digunakan untuk lebih dari satu cabang karena dianggap representatif.
Venue yang akan digunakan juga bersumber dari berbagai pihak, mulai dari milik Pemkot, pinjaman dari instansi lain, hingga hasil kerja sama dengan swasta.
Ia menambahkan, banyak pihak menyarankan agar Pemkot memaksimalkan penggunaan venue yang sudah ada untuk efisiensi anggaran.
“Kita bisa menggunakan anggaran dengan tepat. Jadi ya ada beberapa yang bisa dimanfaatkan dari kampus, maupun perusahaan atau swasta. Sayang kalau udah dibangun lalu ke sananya enggak kepake, kan untuk perawatannya sayang,” kata dia. (gatot)