SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang berkeinginan tahun 2025 menambah jumlah SMP negeri. Setidaknya ditargetkan 5 titik sekolah akan terbangun menambah jumlah 34 SMP negeri yang sudah ada.
Rencana itu diungkapkan oleh Wakil Wali kota Tangerang Maryono Hasan usai apel pada Senin (21/7/2025). Maryono menginginakan pembangunan SMP negeri dilakukan dengan cara merger sejumlah SD yang jumlah muridnya minim.
“Jadi ada beberapa titik lokasi di Kota Tangerang untuk SD negeri yang jumlah muridnya sudah sedikit itu kita harapkan bisa dimerger untuk jadi SMP negeri sehingga sekolah jumlah SMP bisa bertambah di Kota Tangerang,” ujar Maryono kepada awak media ditemui usai jadi pembina apel pagi. Maryono menyebut SMP yang dibangun nanti adalah sekolah baru dengan gedung yang sudah ada.
Dia mengatakan, kondisi itu diwujudkan pada 2025 akhir dan berdasarkan usulan perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang. “Lokasi-lokasi itu antara lain ada di Periuk, Pinang, Karang Tengah,” jelasnya.
Sementara terkait evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025, mantan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang ini menyebut bahwa prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Hal itu tidak lepas dari kerja sama Pemkot Tangerang dengan sekolah swasta sehingga bila calon siswa tidak diterima di sekolah negeri bisa melanjutkan ke sekolah swasta dengan subsidi dari pemerintah. “Alhamdullilah tidak ada kendala,” jelasnya.
Baca Juga: RT/RW di Kota Tangerang Diminta Jadi Motor Penggerak Pilah Sampah dari Rumah
Senada, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang Jamaluddin menyampaikan bahwa pelaksaan SPMB 2025 di Kota Tangerang berlangsung secara lancar. “Untuk SD dengan kuota yang luar biasa sudah terpenuhi semua,” jelasnya.
Jamal mengatakan, pada jenjang SD memang terjadi penurunan jumlah pendaftar. Sebab dari kuota yang tersedia masih ada sisa 3.294 orang. “Mungkin ada penurunan angka anak usia 6-7 tahun, atau memang banyak yang mendaftar di swasta,” jelasnya.
Sementara untuk SMP dengan daya tampung 11 ribu lebih hanya tersisa 64 pada gelombang kedua. Jamal juga menyampaikan bahwa orang tua maupun masyarakat Kota Tangerang yang menyekolahkan anaknya baik jenjang SD dan SMP sudah memahami SPMB di Kota Tangerang.
Sehingga jika tidak diterima di sekolah negeri mereka akhirnya memilih sekolah swasta gratis. “Orang tua di sini Insya Allah sudah memahami terkait SPMB baik jenjang SD-SMP,” jelasnya.
Pria yang juga Ketua PGRI Provinsi Banten menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengalami kendala dalam proses SPMB. Hanya saja dirinya berharap agar Kemenag Kota Tangerang mengikuti program Disdik Kota Tangerang, khususnya untuk siswa MI yang ingin melanjutkan ke SMP negeri,
“Salah satunya adalah e-raport. Kemarin kendalanya kami adalah harus input ulang satu-satu dan satu siswa itu bisa menghabiskan waktu setengah jam untuk menginput data atau verifikasi MI, makanya kami berharap anak-anak MI yang ingin masuk SMP negeri harus diinput e-raport oleh sekolahnya. Mungkin dalam waktu dekat kita akan surati Kemenag,” pungkasnya. (made)
Baca Juga: Skema Outsourcing Tenaga Administrasi di Disdik, Ini Kata Wakil Wali kota Tangerang
























