SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Salah satu proyek strategis yang kini tengah dikebut adalah pembangunan tandon air berkapasitas 8.000 meter kubik di kawasan Perumahan Puri Bintaro Indah (PBI), Kecamatan Ciputat. Hingga pertengahan Agustus ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.
Tandon yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi ini dirancang untuk menampung limpasan air hujan dari permukiman warga, guna mengurangi potensi genangan saat hujan deras.
“Konsepnya, ketika hujan deras dan terjadi genangan, air dari rumah warga akan dialirkan ke tandon. Dengan begitu, genangan di PBI bisa surut lebih cepat,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Robby Cahyadi, Kamis (14/8/2025).
Selain tandon, SDABMBK juga melengkapi fasilitas tersebut dengan pompa air guna mempercepat proses pengaliran air ke penampungan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Tangsel dalam menekan risiko banjir yang kerap terjadi di musim penghujan.
Tak hanya di Ciputat, pembangunan infrastruktur pengendali banjir juga berlangsung di sejumlah titik lainnya. Di Ciputat Timur, misalnya, sedang dibangun long storage di Perumahan LAN dengan panjang sekitar 300 meter. Sementara di Pondok Ranji, penanganan dilakukan melalui peninggian kolam tampung seluas ±560 meter persegi, peninggian saluran eksisting sepanjang ±1.000 meter, serta pembangunan long storage sepanjang ±380 meter di wilayah Kuricang RW 10.
Pondok Aren pun mendapat proyek long storage di Perumahan Pondok Pucung sepanjang ±300 meter. Sedangkan di Serpong Utara, dibangun sodetan dari Paku Jaya Permai menuju saluran pembuang sepanjang ±170 meter.
Baca Juga: 4 Pelajar SMP Berboncengan Satu Motor di Ciputat Timur, Diwajibkan Ikut Saka Bhayangkara
Kepala Bidang Sumber Daya Air SDABMBK, Eka Pribawa, menambahkan bahwa seluruh proyek menggunakan konstruksi beton bertulang dan material precast. Standar ini dipilih untuk menjamin kekuatan struktur sekaligus mempercepat proses pembangunan.
“Kami tidak hanya membangun penampungan air, tapi juga memastikan adanya pompa pembuang di lokasi dengan elevasi rendah. Semua desain sudah mempertimbangkan potensi hujan ekstrem, dan kami targetkan selesai sesuai kontrak,” jelasnya.
Berbagai infrastruktur ini diharapkan dapat menurunkan jumlah titik genangan dan meningkatkan kenyamanan warga, terutama saat musim hujan. Pemkot Tangsel berkomitmen melanjutkan program pengendalian banjir secara menyeluruh, termasuk pembangunan saluran drainase, normalisasi kali, serta penambahan pompa dan tandon di titik-titik rawan. (eko)


















