SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sangat suka dengan keripik bakatul dan sambal tuna kecombrang, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memborong produk makanan UMKM asal Kabupaten Tangerang. Itu dilakukan Presiden di sela pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025, yang diselenggarakan di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan, Kamis (28/8/2025).
“Nah, ini salah satu makanan kesukaan saya, keripik bakatul dan sambal tuna kecombrang, rasanya unik dan lezat, “ kata Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat mampir ke Stand UMKM Kabupaten Tangerang, Kamis (28/8/2025).
Menurut Presiden RI ke-8 ini, SDM Indonesia sangat kreatif dalam mengolah makanan. Katanya, hal itu bisa terlihat dari produk UMKM yang dipasarkan atau dipamerkan dalam acara AOE 2025 ini. Maka dari itu, produk UMKM Indonesia harus didukung penuh untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.
“Kita tidak kekurangan orang pintar, kita tidak kekurangan orang yang kreatif. Maka dari itu, ayo terus dukung produk-produk lokal Indonesia,“ ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Ana Ratna mengaku bangga karena orang nomor satu di Indonesia itu mampir ke stand Kabupaten Tangerang untuk membeli produk UMKM kripik bakatul dan sambal tuna kecombrang.
Bahkan, kata Ana Presiden sampai membeli cukup banyak, untuk dibawa pulang. “Presiden sampai membeli dua paper bag karena sangat menyukai keripik bekatul dan sambal tuna kecombrang. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi UMKM Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya,” ujarnya.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
Ana juga mengaku senang karena Prabowo Subianto mau mendengar penjelasannya tentang kripik bakatul dan sambal ikan tuna kecombrang. Menurut Ana, bahwa keripik bakatul merupakan produk UMKM yang berasal dari wilayah Kecamatan Kelapa Dua, sementara untuk sambal tuna kecombrang berasal dari wilayah Kecamatan Kronjo.
“Kalau keripik bakatul dari UMKM Kecamatan Kelapa Dua dan sambal tuna kecombrang dari Kecamatan Kronjo,” katanya.
Ana menjelaskan, kripik bakatul redsail terbuat dari beras merah organik dan beras coklat organik, keduanya adalah beras premium varitas lokal. Cara membuatnya dengan menanak beras pecah kulit (beras yang masih mengandung kulit bekatul) menjadi nasi terlebih dahulu. Setelah matang, nasi dibumbui (sesuai varian rasanya) dan dicetak sesuai bentuk yang diinginkan, biasanya dibuat bulat memanjang, agar mudah diiris nantinya.
Setelah diiris tipis-tipis, nasi dikeringkan sampai kering, menjadi keripik bekatul mentah, agar bisa digoreng nantinya. Keripik bekatul mentah selanjutnya digoreng, setelah ditiris kemudian dispinner agar kering dan meminimalkan kandungan minyak pada keripik tersebut.
Keripik bekatul ini merupakan sebuah tradisi turun temurun, mewariskan bahan pangan lokal yang berkualitas tinggi, ke dalam bentuk yang lebih modern dan bisa diterima oleh segala usia, bahkan oleh kaum muda. Meskipun belum sempurna, tapi langkah awal ini adalah sebuah upaya untuk mewujudkan cita-cita.
“Keripik Bekatul Redsail dibuat oleh Rumah Tani, perusahaan yang berkecimpung di perdagangan beras organik dan produk turunan beras organik lainnya. Proses pembuatan keripik ini melibatkan sejumlah ibu rumah tangga mulai dari awal hingga akhir produksi, yaitu mulai dari menanak nasi, mengeringkan keripik menjadi keripik mentah, serta proses penggorengan dan pengemasan keripik bekatul,” jelasnya. (alfian)
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
























