SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menyebut gangguan-gangguan distribusi air bersih mulai teratasi. Air kini mulai mengalir secara bertahap ke rumah-rumah warga, meski masih ada beberapa titik yang belum optimal.
Gangguan ini bermula setelah terjadi kerusakan pada pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter besar yang menjadi jalur utama pasokan air ke pelanggan. Dampaknya meluas hampir ke seluruh pelanggan baru Perumda TB, terutama di Kecamatan Periuk, Karawaci, dan sebagian wilayah Jatiuwung.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi menjelaskan bahwa gangguan tersebut erat kaitannya dengan pelimpahan pelanggan dari Perumdam TKR Kabupaten Tangerang kepada Perumda TB Per 1 September 2025 lalu.
“Per tanggal 1 September kemarin, ada pelimpahan kurang lebih 23 ribu pelanggan dari Perumdam TKR ke PDAM TB. Wilayahnya meliputi Kecamatan Periuk, Karawaci, dan sebagian kecil Jatiuwung. Dalam pelaksanaannya, ada kendala teknis di jaringan perpipaan. Karena yang bermasalah adalah pipa JDU, maka dampaknya hampir dirasakan secara keseluruhan,” ujar Doddy, Senin (15/9/2025).
Setelah dilakukan pengerjaan intensif, perbaikan jaringan berhasil diselesaikan pada Minggu (14/9/2025) sore. Doddy menyebut aliran air kini sudah mulai kembali masuk ke rumah pelanggan meski belum sepenuhnya merata.
“Alhamdulillah perbaikan selesai kemarin sore, sekitar pukul dua sampai empat. Air sudah mulai mengalir bertahap ke pelanggan dan hari ini sudah menyebar ke banyak titik. Walau begitu, memang masih ada wilayah yang belum optimal, seperti di Gembor dan Doyong. Tim teknis dipimpin langsung oleh Direktur Teknik sedang memetakan persoalan teknis di lapangan,” ungkap Doddy.
Baca Juga: 1.597 Warga Daftar Sambungan Baru Air Bersih Diskon 81 Persen
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak terulang. “Setelah penyelesaian jaringan ini, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh. Harapan kami, peristiwa ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.
Kerusakan pada pipa JDU berdampak besar karena menyangkut jaringan utama yang melayani ribuan pelanggan. Doddy memastikan sekitar 23 ribu pelanggan terdampak langsung oleh gangguan ini. “Karena pipa yang rusak adalah pipa besar, JDU, otomatis berdampak ke seluruh jaringan yang dilayani. Jadi sekitar 23 ribu pelanggan mengalami gangguan. Kami memahami betul kesulitan yang dialami masyarakat selama beberapa hari terakhir,” kata Doddy.
Selama masa perbaikan, Perumda TB berupaya mengurangi dampak gangguan dengan menyalurkan air bersih menggunakan armada mobil tangki. Distribusi bantuan ini diprioritaskan ke wilayah yang paling parah terdampak.
Seiring dengan krisis air bersih yang dialami warga, sejumlah masyarakat sempat menyuarakan permintaan kompensasi berupa pengurangan atau pembebasan tagihan bulan berjalan. Menanggapi hal tersebut, Doddy menekankan bahwa keputusan terkait kompensasi tidak bisa diambil sepihak oleh manajemen Perumda TB.
“Kalau soal kompensasi, kami tentu mendengar keluhan masyarakat. Namun untuk kebijakan itu, kami tidak bisa memutuskan langsung. Perlu ada pendampingan dari pihak Kejaksaan maupun BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Karena pengurangan biaya operasional atau produk air menyangkut aspek regulasi dan keuangan perusahaan. Jadi harus ada mekanisme yang jelas,” terangnya.
Doddy menambahkan, pihaknya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan akan menindaklanjuti masukan secara bijak, sesuai dengan aturan yang berlaku.
Baca Juga: Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Keruk Sedimentasi Intake Cisadane
Perumda Tirta Benteng menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan, terutama bagi pelanggan baru hasil pelimpahan dari PDAM TKR. Evaluasi teknis jaringan, perawatan pipa JDU, dan penyiapan skema darurat disebut sebagai langkah prioritas agar gangguan distribusi tidak kembali terjadi.
“Kami memahami betul bahwa air adalah kebutuhan vital. Karena itu, evaluasi harus dilakukan menyeluruh. Harapan kami, pelayanan bisa lebih andal, masyarakat bisa mendapatkan haknya, dan ke depan tidak ada lagi gangguan sebesar ini,” tutup Doddy. (mg01)


















