Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pemprov Banten Diminta Membuat Kebijakan Inklusif, Agar Dampak Investasi Meluas

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Rabu, 29 Okt 2025 14:16 WIB
Rubrik Banten Region, Pemprov Banten
Pemprov Banten Diminta Membuat Kebijakan Inklusif, Agar Dampak Investasi Meluas
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG – Keberanian Pemprov Banten, untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan investasi di wilayah Banten, mendapat tanggapan pengamat kebijakan publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Ahmad Sururi.

Dia meminta, agar Pemprov Banten bisa segera membuat kebijakan yang inklusif, agar semua masyarakat Banten bisa merasakan manfaat atau dampak positif dari investasi yang selama ini dibanggakan oleh pemerintah.

Menurut Sururi, Pemprov Banten tidak bisa hanya memudahkan proses investasi tanpa memikirkan setiap hal yang berkaitan dengan investasi. Seperti, menerapkan kebijakan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat tanpa melihat status sosial, golongan, pangkat, jabatan dan lainnya.

“Pernyataan Wagub Banten ini perlu dikontektualisasikan, artinya jika investasi yang datang tidak disertai kebijakan industri inklusif dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal maka dampaknya nol besar atau kontraproduktif terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya, Rabu (29/10/2025).

Sururi menerangkan, selama ini Pemprov Banten selalu membanggakan dan mengedepankan terkait investasi manufaktur. Padahal, kata dia, hal itu nerdampak terhadap ekosistem lingkungan dan ekologi, serta semakin berkurangnya lahan-lahan produktif di Banten.

“Ini problem dilematis antara dorongan investasi dan perlindungan lahan, perlu ada tata kelola lahan yang adil karena ekspansi industri berpotensi mematikan ruang hidup petani dan memperburuk ketahanan pangan di Banten,” tambahnya.

Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD

Terlebih, kata dia, proses investasi akan selalu melahirkan mafia tanah yang menyengsarakan masyarakat atau pemilik lahan. Hal ini, menjadi persoalan laten yang selalu terjadi disemua kawasan atau zona industri diberbagai wilayah.

“Tidak sulit jika ada keberanian dan ketegasan dari Pemprov Banten, ini persoalan akut dikarenakan kurangnya pengawasan, kuncinya pada integritas birokrasi Pemprov Banten agar penyakit ini bisa diberantas,” ujarnya.

BeritaTerbaru

PENCANANGAN -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, canangkan tiga varietas ubi jalar lokal, di UPT Puskeswan Kecamatan Karangtanjung, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Canangkan Tiga Varietas Ubi Jalar Lokal

Senin, 28 Sep 2026 19:45 WIB
BANTUAN AIR BERSIH -- Personel Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang, salurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Hagaru, Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang Salurkan Bantuan Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 19:41 WIB
Tol Rangkasbitung–Cileles Uji Laik, Nataru Ditarget Dibuka Gratis

Tol Rangkasbitung–Cileles Uji Laik, Nataru Ditarget Dibuka Gratis

Senin, 28 Sep 2026 17:51 WIB

Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga

Senin, 28 Sep 2026 17:02 WIB

Sururi berkeyakinan, proses investasi bisa tetap berjalan di wilayah Banten tanpa harus menghilangkan lahan produktif masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov Banten harus membahas hal itu secara detail tanpa ada kesalahan sekecil apapun.

“Perlu ada regulasi spasial pembangunan Banten artinya pengembangan kawasan industri di Banren harus disertai dengan peta lahan pertanian dan perkebunan sebagai area ekologis masyarakat yang harus dilindungi, jika Wagub bicara soal tata ruang wilayah, ini bisa jadi turunannya,” ujarnya lagi.

“Atau Pemprov Banten bisa membuat regulasi turunan dalam bentuk Perda atau Pergub terkait zona industri hijau untuk mendukung perlindungan lahan pertanian dan perkebunan berkelanjutan,” timpalnya.

Sururi sedikit heran, terkait investasi di Banten, salah satunya terkait terus terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sementara disisi lain geliat investasi di Banten sangat tinggi, bahkan ada investor baru masuk ke Banten dan menanamkan modalnya hingga lebih dari Rp91 triliun.

Baca Juga: Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek

“Iya ini anomali di Banten atau fenomena yang tidak biasa, investasi tinggi di Banten justru menimbulkan banyak PHK dan pengangguran, idealnya jika investasi tinggi maka tingkat PHK dan pengangguran rendah,” pungkasnya.

“Ke depan perlu dipertimbangkan, agar investasi tidak hanya berorientasi padat modal tetapi mesti padat karya atau melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya,” sambungnya.

Terkahir, Sururi menekankan kepada Gubernur Banten Amdra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, agar tidak lagi mengutamakan kepentingan politik, melainkan harus mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya dalam hal investasi. Tindakan itu harus dilakukan agar bisa mensejahterakan masyarakat dan melindungi alam di Banten.

“Jaminannya tidak hanya janji-janji politik l, tetapi harus ada kebijakan yang terukur, transparan dan berorientasi pada pemenuhan tenaga lokal, setuju dengan yang disampaikan Wagub bahwa perijinan investasi di Banten mudah akan tetapi jangan berhenti pada mudahnya perijinanan saja,” tuturnya.

“Harus berlanjut pada tahap laporan audit lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat lokal semisal berapa persen masyarakat lokal Banten yang bekerja atau pelibatan UMKM agar perekonomiannya meningkat,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Banten mengklaim iklim investasi di Banten aman dan terbuka bagi para investor untuk membuka usahanya. Terlebih, ada beberapa kawasan industri baru di Banten yang saat ini menjadi rebutan para investor.

Kawasan industri baru itu ada di Kabupaten Pandeglang tepatnya di Kecamatan Cikeusik, Cibitung, Sukaresmi, Pagelaran dan Kecamatan Bojong dengan seluas lahan sekira 1.100 hektare lebih.

Sedangkan di Kabupaten Serang tepatnya di Kecamatan Tunjungteja dengan lahan seluas 4.000 hektare yang tersebar di Desa Kemuning, Sukasari, Bojong Menteng, Malanggah, dan Tunjung Teja.

Dari lahan seluas itu, sekira 250 hektare lainnya sudah dilakukan pembebasan lahan oleh empat perusahaan besar yang menanamkan modalnya. Meskipun masih terjadi polemik atau persoalan didalamnya, terkait keabsahan kepemilikan tanah akibat menjamurnya makelar tanah.

Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Pemprov Banten membuka keran investasi kepada para investor secara terbuka dan profesional. Karena investasi merupakan salah satu instrumen peningkatan dan menciptakan pusat perekonomian baru di Banten.

Artinya, setiap investor yang akan membuka usaha di wilayah Provinsi Banten dijamin keamanannya, dengan catatan semua mekanisme perizinan ditempuh secara profesional dan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Siapapun yang mau berinvestasi di Banten silahkan, tetapi harus diingat, tempuh semua proses perizinan secara legal. Jangan sampai, investasi ini malah nantinya merugikan, provinsi dan masyarakat harus bisa mendapatkan manfaatnya,” katanya, Selasa (28/10/2025). (adib)

Tags: Investasi Meluaspemprov bantenRegulasi Inklusif
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto. (ISTIMEWA)
Banten Region

DPRD Kabupaten Serang Plotting Penyertaan Modal Rp2,794 Miliar untuk PDAM

Senin, 28 Sep 2026 16:57 WIB
Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, DPRD "Mencak-mencak"
Banten Region

Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, Anggota DPRD “Mencak-mencak”

Senin, 28 Sep 2026 14:28 WIB
PENYAMPAIAN MATERI -- Danramil 0101/Pandeglang Kapten Inf Dedi Bonar Sirait, menyampaikan materi wawasan kebangsaan dihadapan ratusan pelajar SMPN 1 Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

300 Pelajar SMPN 1 Pandeglang Diberi Materi Wawasan Kebangsaan

Senin, 28 Sep 2026 11:27 WIB
KERING : Lebih dari 2.500 hektare areal persawahan di Kecamatan Tunjungteja mengalami kekeringan. Dua Daerah Irigasi (DI) yaitu Cisangu Atas dan Cisangu bawah tidak berfungsi meski sudah diperbaiki. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

2.998,55 Hektare Sawah di Banten Terdampak Kekeringan

Senin, 28 Sep 2026 11:11 WIB
EVAKUASI : Masyarakat dan polisi melakukan evakuasi terhadap jenazah JN. (ISTIMEWA)
Banten Region

Jasad Mengapung di Pantai Labuan Pandeglang Dipastikan Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Senin, 28 Sep 2026 11:05 WIB
Agil Nakhodai HKTI Lebak, Ini Janjinya Kepada Petani
Banten Region

Agil Nakhodai HKTI Lebak, Ini Janjinya Kepada Petani

Minggu, 27 Sep 2026 20:15 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

BERKUNJUNG : Gubernur Banten Andra Soni, mengunjungi kediaman keluarga Arie Basuki, jurnalis merdeka.com yang hilang kontak di Selat Sunda, di Palem Ganda Asri Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). (ISTIMEWA)

Beri Dukungan Moril, Gubernur Andra Kunjungi Keluarga Dua Jurnalis yang Hilang di GAK

Sabtu, 26 Sep 2026 17:20 WIB
MENYAMPAIKAN KETERANGAN : Kapolda Banten Irjenpol Hengki (tengah), Gubernur Banten Andra Soni (kiri), Kepala Basarnas Banten Al Amrad (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait hasil tes DNA jenazah di perairan Enggano, Provinsi Maluku. (ISTIMEWA)

Jasad Surakman ABK yang Hilang Bersama 5 Jurnalis di GAK Ditemukan di P. Enggano

Rabu, 23 Sep 2026 15:44 WIB
Buktikan Kerja Keras Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Buktikan Kerja Keras Tak Pernah Mengkhianati Hasil

Rabu, 23 Sep 2026 18:41 WIB
Jelang Porprov, KONI Kabupaten Tangerang Tambah Dua Anggota Baru

Jelang Porprov, KONI Kabupaten Tangerang Tambah Dua Anggota Baru

Minggu, 27 Sep 2026 21:25 WIB
DPO Kejari Kota Tangerang dengan Kasus Penipuan Ditangkap di Tegal

DPO Kasus Penipuan Ditangkap Kejari Kota Tangerang di Tegal

Rabu, 23 Sep 2026 14:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.