SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hendak pulang ke rumah di wilayah Kecamatan Panongan, dua pengendara sepeda motor Honda Genio Nopol A-3567-ABS berinisial WA (wanita) dan ANS (pria) tewas setelah menabrak truk tanah yang terparkir di Jalan Raya Serang, tepatnya di depan Mall Ramayana, Minggu (30/11) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Salah satu saksi di lokasi kejadian, Hasan, yang merupakan juru parkir, menuturkan bahwa kecelakaan maut itu bermula ketika sebuah dump truk pengangkut tanah terparkir di pinggir Jalan Raya Serang, tepatnya di depan Mall Ramayana, Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa.
Dari arah Balaraja menuju Cikupa, datang sepeda motor Honda Genio dengan kecepatan tinggi yang dikendarai ANS dan membonceng WA. Sesampainya di lokasi kejadian, motor tersebut langsung menabrak bagian belakang truk tanah yang berhenti di bahu jalan karena kehabisan bensin. Benturan keras itu membuat sepeda motor mengalami kerusakan parah setelah menghantam bamper besi truk.
“Jadi tiba-tiba saja sepeda motor menabrak mobil dari belakang. Entah tidak terlihat atau bagaimana, saya kurang tahu. Yang jelas mereka menabrak dengan kecepatan lumayan kencang,” kata Hasan kepada Satelit News, Minggu (30/11).
Melihat kecelakaan itu, warga sekitar dan beberapa pengendara motor yang masih terjaga langsung berhenti untuk memberikan pertolongan. Sopir dump truk pun kembali ke lokasi setelah diberi tahu warga bahwa ada sepeda motor yang menabrak kendaraannya.
“Kami langsung lapor Polsek Cikupa, dan tidak berlangsung lama petugas kepolisian tiba di lokasi, karena memang jaraknya tidak jauh dari kantor Polsek,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Wakil Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Kusmanto, mengatakan pihaknya segera melakukan evakuasi serta membawa kedua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurutnya, kedua korban sudah kehilangan kesadaran setelah menghantam bagian belakang truk.
“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans,” jelasnya.
Wakasatlantas menduga kecelakaan maut tersebut terjadi karena ANS kehilangan kendali saat berkendara, diduga akibat kelelahan setelah bekerja di salah satu perusahaan swasta. Pasalnya, ANS menabrak truk yang sedang parkir akibat kehabisan bahan bakar.
“Diduga korban kehilangan kendali akibat kelelahan setelah bekerja di salah satu perusahaan swasta,” katanya.
Menurut Kusmanto, kedua korban mengalami luka berat. ANS bahkan sempat terhimpit bamper belakang truk pengangkut tanah itu dan mengalami pendarahan hebat di bagian kepala.
“Kepala ANS sempat terhimpit bamper mobil dan mengalami pendarahan cukup hebat,” ujarnya.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Sementara itu, perwakilan RSUD Balaraja, dr. Aang, mengatakan terdapat dua korban meninggal dalam kecelakaan di depan Mall Ramayana tersebut, yaitu ANS yang mengemudikan motor serta WA yang dibonceng.
“Keduanya berboncengan setelah pulang kerja di salah satu perusahaan swasta. Berdasarkan kartu identitas, ANS merupakan warga Panongan, sementara WA warga Pekalongan,” ungkapnya.
Aang menjelaskan, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan hebat. ANS meninggal di lokasi kejadian, sementara WA meninggal saat dibawa ke RS Metro Hospital.
“Kalau ANS meninggal di TKP, WA sempat dibawa ke Metro Hospital dan meninggal di sana,” ujarnya.
Saat ini, kedua jenazah sudah berada di RSUD Balaraja untuk proses pemulasaran, sambil menunggu pihak keluarga menjemput untuk dikebumikan.
“ANS sudah dijemput pihak keluarga, tinggal menunggu keluarga WA,” kata Aang. (alfian/aditya)




















