SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Chelsea vs Arsenal tuntas tanpa pemenang dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Sepuluh pemain The Blues bisa meredam The Gunners 1-1.
Bertanding di Stamford Bridge, London, Minggu (30/11/2025), Derby London ini berjalan ketat. Laga berjalan keras sejak awal, hingga banjir kartu kuning di babak pertama.
Chelsea bahkan harus kehilangan Moises Caicedo di menit ke-32. Gelandang Ekuador itu dikartu merah usai melanggar Mikel Merino. Meski begitu, tak ada gol tercipta hingga jeda.
Baru di babak kedua, gol-gol lahir. Chelsea unggul duluan lewat Trevoh Chalobah, yang bisa dibalas Arsenal lewat Mikel Merino. Hingga laga tuntas, tak ada gol lagi tercipta.
Hasil ini membuat Arsenal mengemas 30 poin hingga pekan ke-13, dan masih memimpin klasemen Liga Inggris. Sementara Chelsea turun ke peringkat tiga, kembali disalip Manchester City, dengan raihan 24 poin, masih tertinggal 6 angka dari sang rival.
Meski gagal menang di kandang, namun manajer Chelsea Enzo Maresca tetap puas dengan performa 10 pemain The Blues yang mampu merepotkan The Gunners. Sebab, 10 pemain Chelsea nyatanya mampu merepotkan Arsenal yang cuma membuat total 8 attempts, berbanding 11 milik Chelsea. Kedua tim sama-sama punya lima sepakan tepat sasaran.
“Saya rasa kami sudah di jalan yang benar. Saya selalu katakan itu berulang kali. Performa kami fantastis. Kami lebih baik sebagai tim saat 11 lawan 11, tapi sulit ketika bermain 10 orang, tapi kami mengatasinya dengan luar biasa,” ujar Maresca di BBC Sport.
“11 lawan 11, kami lebih baik ketimbang mereka. Kami coba mencari solusi terbaik, celah terbaik. Kami tahu ada celah untuk Malo dan Estevao di sisi mereka. Kami puas betul malam ini meski tidak menang.”
Maresca ikhlas dengan kartu merah Moises Caicedo. Tapi, di satu sisi, Maresca juga mengkritik performa wasit Liga Inggris. “Jadi kami sebagai manajer, kesulitan memahami mengapa mereka punya cara berbeda dalam menilai. Mo itu memang kartu merah. Bentancur juga kartu merah, ya. Mengapa mereka tidak memberi kartu merah? Kami tidak paham mengapa,” ujar Maresca di ESPN.
“Faktanya memang itu kartu merah. Tapi mengapa mereka menilai dengan cara yang berbeda? Dan soal Trevoh, saya bertanya kepada wasit. Dia bilang itu bukan sikutan. Matanya lebam, dia dibalut es saat jeda, tetapi mereka punya pandangan berbeda.”
Sementara itu, manajer Arsenal,Mikel Arteta, mengakui timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain saat imbang lawan Chelsea. The Gunners yang unggul jumlah pemain malah kebobolan lebih dulu.
“Jelas setelah [Moises] Caicedo diusir keluar lapangan, kami ingin mengamankan laga. Kami tidak berhasil melakukannya – kami mendapat empat kartu kuning lagi, dan para pemain itu jelas menjadi incaran agar bermain dengan jumlah yang sama,” ujar Arteta dikutip dari situs Arsenal.
“Di babak pertama kami berkata, ayo kita tingkatkan sekarang, lakukan apa yang harus kami lakukan, dan kami sangat jelas tentang niat kami dan bagaimana kami akan mendominasi permainan di babak pertama. Umpan panjang, tendangan bebas, tendangan sudut, dan kami kebobolan dari bola mati. Lalu, momentum berubah, dan akhirnya tim harus bereaksi terhadap hal itu,” jelasnya.
Chelsea vs Arsenal sendiri berjalan keras. Banyak tekel, sikutan, hingga banjir kartu dalam duel yang tuntas tanpa pemenang tersebut.
“Ini benar-benar derby London yang sesungguhnya. Sangat intens, sejak awal sudah terasa bahwa setiap duel, setiap aksi, memiliki arti. Banyak restart, banyak tendangan bebas, penghentian, banyak kartu kuning, permainan tidak begitu lancar,” kata manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengutip Athletic.
“Tapi setelah kartu merah, kami ingin menenangkan permainan. Kami tidak berhasil melakukannya. Kami mendapat lebih banyak kartu kuning, dan para pemain itu terus menjadi sasaran untuk mencoba menyeimbangkan jumlah pemain. Di babak pertama, kami berkata, ‘Oke, mari hentikan sejenak. Mari lakukan apa yang harus kami lakukan’.
“Kami berhasil mendapatkan beberapa momen bagus, tanpa momentum yang terlalu besar, mencetak gol yang hebat. Dan setelah itu, kami memiliki dua atau tiga peluang besar, tapi kami kekurangan detail tertentu,” ungkapnya. (dm)