SATELITNEWS, TANGERANG – Halaman kantor Kecamatan Kresek tampak lebih ramai dari biasanya. Satu per satu perangkat desa berdatangan, sebagian tampak bercengkerama sambil menunggu giliran. Di hadapan mereka, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten telah bersiap dengan perlengkapan tes urine. Sebanyak 180 perangkat desa dari sembilan desa di Kecamatan Kresek hari itu dikumpulkan untuk satu tujuan, memastikan lingkup pemerintahan desa bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama antara BNN Provinsi Banten dengan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Tangerang, Selasa (2/12/2025). Upaya ini menjadi langkah pencegahan dini agar narkotika tidak menyusup ke lingkungan aparatur pemerintahan paling dasar, yaitu desa.
Ketua Granat Kabupaten Tangerang, Deny, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes urine dilakukan serentak untuk perangkat desa dari Desa Pasir Ampo, Kresek, Patrasana, Renged, Kemuning, Jengkol, Talok, Koper, dan Rancailat. Masing-masing desa mengirimkan 20 perwakilan sehingga total peserta mencapai 180 orang.
“Jadi ada 9 desa, masing-masing mewakilkan 20 perangkatnya untuk melakukan tes urine di Kecamatan Kresek, jadi total peserta tes urin sebanyak 180 orang,” kata Deny kepada Satelit News.
Menurut Deny, langkah tersebut merupakan bagian dari pencegahan penyebaran narkotika di lingkungan pemerintah desa. Ke depan, pihaknya bahkan berencana mengusulkan agar pengecekan serupa dilakukan kepada seluruh ASN di Kabupaten Tangerang. Ia bersyukur, hasil pemeriksaan seluruh peserta dinyatakan bersih.
“Alhamdulillah, semua hasil hari ini dinyatakan negatif. Jadi, perangkat desa se-Kecamatan Kresek dipastikan terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Tidak berhenti pada perangkat desa, Granat bersama BNN Provinsi Banten juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama para nelayan di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan karena peredaran narkoba kerap memanfaatkan jalur laut sebagai rute masuk barang terlarang.
“Peredaran narkoba ini juga masif lewat jalur laut. Maka kita sosialisasikan kepada para nelayan pesisir, jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum dengan diiming-imingi kirim paket kecil padahal isinya barang terlarang,” jelas Deny.
Camat Kresek, Eka Fathusidqi, yang turut hadir dalam kegiatan itu menilai program pencegahan narkotika tersebut sangat positif. Menurutnya, langkah-langkah seperti ini harus terus mendapat dukungan agar masyarakat semakin terlindungi dari bahaya narkoba.
“Tentunya ini sangat positif. Harus terus didukung, sehingga peredaran narkoba bisa diminimalisir,” ujarnya.
Kegiatan di Kecamatan Kresek hari itu pun selesai dengan wajah-wajah lega para perangkat desa yang hasil tesnya dinyatakan bersih. Upaya pencegahan tidak hanya berhenti di sana, tetapi terus diperluas agar Kabupaten Tangerang terbebas dari jerat narkotika. (alfian/aditya)




















