SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kebakaran melanda lahan kosong di Jalan Raya Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (7/1/2026).
Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah tersebut baru benar-benar padam setelah penanganan intensif selama kurang lebih 13 jam oleh petugas pemadam kebakaran.
Ketua RW 04 Kelurahan Serua, Saidi Sukirno, mengatakan api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 18.00 WIB pada Selasa (6/1). Saat dirinya tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar.
“Awalnya saya dihubungi warga sekitar jam 6 sore kemarin. Begitu sampai, api sudah tinggi. Siapa yang membakar belum diketahui,” ujar Saidi saat dimintai keterangan, Rabu (7/1).
Saidi sempat melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar. Ia pun segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
Menurutnya, material yang terbakar diduga berasal dari puing-puing bekas bangunan yang bercampur kayu dan sampah. Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan dan sempat menimbulkan asap tebal hingga mendekati permukiman warga.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
“Api sudah mendekati pemukiman. Semalam asapnya cukup tinggi, beruntung angin tidak mengarah ke rumah warga,” jelasnya.
Kata dia, pemadaman sempat dilakukan hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, pada Rabu (7/1) sekitar pukul 05.00 WIB, api kembali muncul akibat bara yang masih tersimpan di bawah tumpukan urugan puing.
“Di dalam masih ada bara, kemungkinan di bawah urugan itu terdapat sampah dan kayu-kayu yang mudah terbakar,” tambah Saidi.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.52 WIB, petugas masih melakukan proses penyemprotan. Kepulan asap putih terlihat muncul dari bawah puing-puing bangunan. Upaya pemadaman dibagi dalam dua regu penyemprot dan satu operator alat berat.
Sementara, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin membenarkan bahwa sebelumnya api telah padam. Namun, adanya laporan api kembali muncul, pihaknya langsung menerjunkan tiga unit.
“Jam 12 malam api sudah dapat di padamkan. Kembali menerima laporan lagi jam 05.00 WIB hari ini bahwa api kembali muncul. Jadi kami kembali melakukan pemadaman menurunkan tiga unit dan dibantu satu unit beko untuk mempercepat pemadaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel
Untuk pemadaman lanjutan, Damkar kembali mengerahkan tiga unit mobil pemadam dan dibantu satu unit alat berat (beko) guna mempercepat proses pembongkaran material yang masih menyimpan bara api.
“Material yang terbakar ini ada pengurugan, akan tetapi dibawah puing-puing ada sampah. Dan kemungkinan ada membuang sampah langsung dibakar sehingga merembet. Pemadaman dilakukan sampai api nol,” pungkasnya. (eko)

















