SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Cisoka pada Minggu (4/1) pagi membawa dampak serius bagi warga Kampung Selapajang. Enam rumah milik enam kepala keluarga yang dihuni 28 jiwa terdampak bencana longsor di RT01/RW01, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, tepatnya di bantaran Sungai Cidurian, sekitar pukul 10.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memperkirakan kerugian material yang dialami warga mencapai sekitar Rp 400 juta.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut, sehingga memicu pergeseran tanah dan menerjang permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
“Pada Minggu pagi telah terjadi bencana longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, tepatnya di sekitar bantaran Sungai Cidurian. Diduga longsor terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan pergerakan tanah,” kata Taufik kepada Satelit News, Rabu (7/1).
Akibat peristiwa itu, lima rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara satu unit rumah mengalami rusak parah, karena tergerus pergerakan tanah.
“Akibat longsor tersebut, terdapat lima rumah rusak ringan dan satu rumah mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Baca Juga: Sempat Diamuk Warga, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cikupa Diamankan Polisi
Taufik menjelaskan, dari enam rumah yang terdampak, seluruhnya dihuni oleh enam kepala keluarga dengan total 28 jiwa. Penghuni rumah yang mengalami kerusakan berat terpaksa dievakuasi dan mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
“Ada satu rumah yang rusak parah, karena kondisi sebelumnya sudah kurang layak dan seharusnya direhabilitasi. Penghuninya pindah ke rumah keluarga. Sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing,” ungkapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, bencana tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup besar. BPBD Kabupaten Tangerang pun telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan monitoring dan pendataan, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih mungkin terjadi akibat hujan yang belum sepenuhnya reda.
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta. Anggota kami terus memonitor kondisi di lokasi kejadian,” kata Taufik.
Selain BPBD, Kepolisian Resor Kota Tangerang juga turun langsung ke lokasi bencana. Aparat kepolisian meninjau area terdampak sekaligus menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan dan kebutuhan pokok bagi warga yang terdampak longsor.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengunjungi warga terdampak musibah tanah longsor di Kampung Selapajang RT 01/01, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Pada kunjungan itu, Indra Waspada didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Tangerang Putri Indra Waspada, serta beberapa pejabat utama Polresta Tangerang.
Indra Waspada meninjau kondisi dampak tanah longsor. Kemudian menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga dari enam rumah yang mengalami dampak langsung akibat tanah longsor.
“Kami turut prihatin atas musibah tanah longsor yang dialami warga. Semoga diberikan ketabahan,” ujar Indra Waspada.
Dia memastikan akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera ada tindak lanjut dan penanganan yang diperlukan. Hal itu agar warga dapat segera menempati hunian yang layak.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan bangunan serta bahan makanan pokok guna meringankan beban warga yang terdampak dan membantu kebutuhan dasar pascakejadian.
Indra Waspada mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana. Serta meminta warga untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Indra menambahkan, kegiatan itu merupakan wujud kepedulian Polresta Tangerang bersama Bhayangkari kepada masyarakat yang mengalami musibah. Sekaligus bagian dari upaya hadirnya Polri di tengah masyarakat dalam situasi kemanusiaan. (alfian/aditya)




















