SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang terus menunjukkan geliatnya. Dalam kurun waktu satu tahun, sebanyak 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur resmi telah berdiri dan melayani sekitar 300 ribu masyarakat.
Program yang merupakan inisiatif Pemerintah Pusat Republik Indonesia ini telah menjangkau anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. Data tersebut disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki.
“Selama satu tahun berjalan, jumlah penerima manfaat saat ini sekitar 300 ribu orang, dengan jumlah SPPG yang beroperasi sekitar 119 unit,” ujar Priyo Basuki kepada Satelit News, kemarin.
Basuki yang akrab disapa itu menjelaskan, perjalanan program MBG selama 12 bulan tidak lepas dari berbagai tantangan. Mulai dari upaya mengantisipasi potensi keracunan makanan, penyesuaian menu dengan selera anak sekolah, hingga koordinasi internal dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Namun demikian, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui melalui musyawarah dan kerja sama lintas pihak, sehingga pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tangerang tetap berjalan sesuai harapan.
“Alhamdulillah semua bisa kita hadapi dan dimusyawarahkan dengan baik agar program ini benar-benar berjalan secara sinergis,” jelasnya.
Baca Juga: Sempat Diamuk Warga, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cikupa Diamankan Polisi
Ke depan, Basuki menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan MBG agar manfaat program pemenuhan gizi ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan memperkuat jaringan distribusi melalui pemanfaatan posyandu, sekolah, serta lembaga desa sebagai titik distribusi utama.
“Kami akan menguatkan jaringan distribusi dengan memanfaatkan posyandu, sekolah, dan lembaga desa sebagai titik distribusi utama untuk menjangkau sasaran secara efektif,” ungkapnya.
Selain distribusi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Basuki menyebut pihaknya terus berkoordinasi dan mengikuti arahan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan makanan yang dibagikan aman dan berkualitas.
“Kami juga terus melaksanakan arahan Badan Gizi Nasional, seperti peningkatan standar keamanan pangan, peningkatan kompetensi penjamah makanan, serta mengintensifkan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian setempat,” katanya.
Manfaat program MBG juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Marni, salah satu wali murid SDN III Tigaraksa, warga Kampung Mampelem, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, mengaku senang dengan adanya program tersebut. Menurutnya, anaknya yang duduk di bangku kelas III SD kini dapat mengurangi kebiasaan jajan di sekolah.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Meski demikian, Marni berharap program MBG terus dievaluasi, khususnya dari sisi pendistribusian dan kualitas bahan makanan maupun minuman agar benar-benar sehat bagi anak-anak.
“Semoga anak-anak kami bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, dan cerdas dengan adanya program MBG ini. Karena itu, SPPG-nya semoga terus diperbanyak,” katanya. (alfian/aditya)




















