SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., mengajak masyarakat Kota Tangerang memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa melalui pengamalan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Birrul Waalidain, Kelurahan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur ustadzah, jamaah, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan itu menekankan pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi berbangsa dan bernegara.
Dalam paparannya, Wahidin Halim menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan secara nyata. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang menjadi arah pembangunan bangsa. “Tanpa pengamalan Pancasila, pembangunan akan kehilangan arah dan jati diri bangsa,” ujar mantan Gubernur Banten tersebut.
WH juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi, baik yang bersumber dari ideologi, politik, maupun sosial budaya. Ia mengajak masyarakat menjadikan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat dalam keberagaman.

Pada kesempatan itu di depan ibu-ibu warga masyarakat sekitar Rumah Aspirasi Selasa siang WH menyatakan, peran sentral kaum ibu sebagai pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Ia menyebut ibu sebagai “tiang negara” karena dari keluarga lahir generasi penerus bangsa. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, dapat ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga, mulai dari penguatan nilai agama dan toleransi, kepedulian sosial, cinta tanah air, musyawarah dalam keluarga, hingga pola hidup adil dan hemat.
Selain itu, Wahidin juga mengingatkan dampak negatif perkembangan teknologi digital, khususnya maraknya pinjaman online dan judi online. Ia mengimbau para ibu untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam praktik ilegal tersebut. WH menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas, termasuk pemblokiran situs judi dan sanksi bagi penerima bantuan sosial yang menyalahgunakan dana negara untuk aktivitas judi daring.
Baca Juga: Kembali Nakhodai DPW NasDem Banten, WH: Jangan Ada Kantor DPD Dihutan dan Dipelosok
“Pengamalan nilai kebangsaan paling efektif dilakukan melalui keteladanan, bukan sekadar ceramah,” katanya saat menjawab pertanyaan peserta.Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ustadzah Mimi Jamilah, M.Pd., sebagai narasumber.
Ia menekankan peran strategis pesantren dalam pembinaan karakter dan penguatan moderasi beragama. Menurutnya, pesantren harus adaptif terhadap kebijakan negara tanpa kehilangan jati diri keislaman, serta bersinergi dengan pemerintah untuk mencetak generasi yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan. Acara berlangsung interaktif dan ditutup dengan harapan meningkatnya kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat.

Kemudian, Wahidin Halim kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar di rumah warga RW 04, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kegiatan bertema “Memahami Pancasila dan UUD NRI 1945, Merawat dan Menjaga NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika” itu dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur Forum RT/RW dan warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Wahidin menekankan bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga lingkungan dan menjunjung integritas. Ia mencontohkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai Pancasila untuk mencegah bencana alam, serta menjauhi perilaku koruptif sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam kehidupan berbangsa.
Sosialisasi malam itu juga menghadirkan pakar hukum tata negara, Abdul Syukur Yakub, S.H., M.H., yang menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia serta dinamika konstitusi pasca-amandemen UUD 1945. Ia mengulas perkembangan lembaga penyelenggara pemilu dan tantangan konstitusional yang masih dihadapi.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman tokoh masyarakat setempat tersebut berjalan tertib dan mendapat respons antusias dari peserta lintas generasi, sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. (made)
Baca Juga: Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang


















