SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Luapan Sungai Cidurian kembali membawa petaka. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang selama beberapa hari terakhir, ditambah jebolnya turap sungai sepanjang sekitar 50 meter, menyebabkan ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, terendam banjir.
Sedikitnya 202 kepala keluarga (KK) terdampak. Air mulai menggenangi permukiman sejak Senin (12/1) dan hingga Rabu (14/1) belum sepenuhnya surut, dengan ketinggian bervariasi antara 70 sentimeter hingga 100 sentimeter, bahkan mencapai dua meter di rumah-rumah yang berada paling dekat dengan bantaran sungai.
Radiani (57), warga Perumahan Taman Cikande RT 05/RW 02, menuturkan banjir kali ini terjadi akibat hujan yang turun tanpa henti serta meluapnya Sungai Cidurian dari alurnya.
“Sejak Senin air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Selain hujan deras, air Sungai Cidurian juga meluap dan menerjang permukiman. Hari ini kedalamannya sekitar 70 sampai 100 sentimeter, bahkan yang dekat sungai bisa sampai dua meter,” kata Radiani kepada Satelit News, Rabu (14/1).
Ia mengungkapkan, kawasan Perumahan Taman Cikande—khususnya bagian yang berdekatan dengan aliran Sungai Cidurian—memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Dalam dua pekan terakhir saja, banjir sudah terjadi hingga tiga kali.
“Di sini memang sering banjir. Dalam dua minggu ini sudah tiga kali kebanjiran. Bagian belakang perumahan paling parah, airnya hampir dua meter,” jelasnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah sanak saudara dan balai RW yang lebih aman. Namun, tak sedikit pula yang bertahan di rumah masing-masing meski masih dikepung genangan air.
“Sebagian sudah mengungsi ke rumah keluarga dan ke Balai RW yang tidak terendam, tapi ada juga yang masih bertahan di rumah,” ujarnya.
Camat Jayanti, Yandri Permana, mengatakan banjir di Perumahan Taman Cikande berdampak pada 202 KK dan ratusan unit rumah. Saat ini, pemerintah kecamatan bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Kami sudah menyiapkan 202 paket bantuan untuk 202 KK. Bantuan yang diberikan berupa logistik dan obat-obatan yang dibutuhkan warga,” kata Yandri.
Selain perumahan warga, satu pondok pesantren di wilayah tersebut juga ikut terendam banjir dengan jumlah terdampak sekitar 30 jiwa. Seluruh warga terdampak di wilayah Kecamatan Jayanti telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, tapi kami juga menyiapkan tempat pengungsian di Balai RW 02,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Yandri menegaskan, persoalan banjir tidak akan tuntas jika turap Sungai Cidurian yang jebol tidak segera diperbaiki. Menurutnya, selain perbaikan turap, normalisasi sungai dan drainase di Perumahan Taman Cikande juga menjadi kebutuhan mendesak.
“Turap yang jebol kurang lebih sepanjang 50 meter, tepat di tikungan sungai. Ini harus segera diperbaiki, disertai normalisasi aliran sungai dan drainase perumahan,” tandasnya.
Ia mengaku pihaknya telah mengajukan perbaikan turap Sungai Cidurian kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memastikan bantuan logistik dan sarana evakuasi telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak banjir, termasuk Jayanti, Kresek, dan Kosambi.
“Bantuan logistik diberikan ke setiap KK. Untuk perahu, tidak diberikan per KK, tapi disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Taufik merinci, bantuan untuk wilayah Kosambi meliputi 400 karung beras masing-masing 5 kilogram, sekitar 400 dus mi instan, ikan kaleng, selimut, obat-obatan, minyak goreng, gula, serta perlengkapan bayi dan lansia.
Untuk Kecamatan Kresek, khususnya Desa Pasir Ampo, disalurkan 200 kantong beras 2,5 kilogram, 100 dus mi instan, selimut, minyak goreng, gula, serta baby kit.
“Untuk korban banjir di Taman Cikande, kami salurkan 202 paket logistik dengan isi yang hampir sama, mulai dari beras, gula, minyak goreng, mi instan, ikan kaleng, obat-obatan, selimut, hingga perlengkapan bayi dan lansia,” jelasnya.
Menanggapi persoalan banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di bawah kewenangan dua balai besar wilayah sungai, yakni BBWS Ciliwung–Cisadane (C2) dan BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian (C3).
“Kondisi ini menuntut koordinasi yang intensif dengan instansi vertikal. Kami terus menyampaikan program dan hasil survei agar masyarakat tahu pemerintah hadir dan bekerja,” ujarnya.
Iwan menambahkan, Pemkab Tangerang siap berkolaborasi dengan BBWS C3 melalui program maupun dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing, meskipun hasilnya belum bisa dirasakan secara cepat.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal seperti BBWS, dan aparat keamanan, penanganan banjir di wilayah ini diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menyampaikan pihaknya akan melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk dari kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala.
“Kami akan melakukan penanganan jangka pendek seperti pengerukan, normalisasi, dan perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan. Untuk penanganan permanen Sungai Cidurian, kami sedang mengupayakan mekanisme penganggaran dan pelelangan agar bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
Kapolresta Tinjau Banjir dengan Perahu Karet
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau lokasi banjir yang merendam Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Rabu (14/1/2026).

Untuk menjangkau titik-titik genangan yang cukup tinggi, Indra Waspada bersama jajaran menaiki perahu karet guna memantau kondisi permukiman warga dari dekat.
“Kami ingin memastikan kondisi warga terdampak sekaligus kesiapan personel di lapangan dalam membantu penanganan banjir,” kata Indra Waspada.
Polresta Tangerang juga menerjunkan tim medis dari Dokkes, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir. Tim medis disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta memastikan kondisi warga tetap terpantau selama berada di lokasi pengungsian maupun di rumah masing-masing.
“Kehadiran Polri di lokasi banjir merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Indra Waspada menegaskan, kehadiran Polri di lokasi banjir untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman, dan untuk membantu warga terdampak. Serta memastikan layanan kesehatan dapat diakses dengan baik.
“Personel kami disiagakan untuk membantu proses evakuasi maupun kebutuhan masyarakat lainnya,” kata dia.
Dia menambahkan, Polresta Tangerang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait dalam penanganan banjir di wilayah Kecamatan Jayanti. Sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Indra Waspada memastikan, personel akan tetap disiagakan selama kondisi banjir belum sepenuhnya surut guna menjaga keamanan dan memberikan bantuan yang diperlukan masyarakat. (alfian/aditya)




















