SATELITNEWS.COM, SERANG–Pemprov Banten berencana untuk melakukan penyesuaian skema penerima manfaat Program Sekolah Gratis dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pendidikan tersebut lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni. Ia mengatakan, penggunaan DTSEN akan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Sekolah Gratis yang saat ini tengah berjalan.
“Kita akan lakukan evaluasi bersama Ombudsman terkait pelaksanaan sekolah gratis ini, kita akan evaluasi secara menyeluruh. Karena kan kita akan memperluas jangkauannya hingga ke Madrasah Aliyah (MA),” kata Andra, Senin, (19/1).
Menurut Andra, selama ini penerima manfaat Program Sekolah Gratis masih bercampur, meskipun mayoritas berasal dari keluarga tidak mampu. Ke depan, Andra menyampaikan jika pihaknya ingin penetapan penerima lebih terukur dengan mengacu pada data nasional yang telah terintegrasi.
“Nanti juga kita akan lakukan penerima manfaat itu disesuaikan dengan DTSEN sebagai basis datanya. Jadi akan ada kriterianya,” ujarnya.
Selain akan melakukan penyesuaian data penerima, Pemprov Banten juga membuka peluang perluasan Program Sekolah Gratis hingga ke Madrasah Aliyah (MA). Namun, Andra menegaskan perluasan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Baca Juga: 80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
“Ya karena kita ingin memperluas jangkauannya sampai Madrasah Aliyah. Tapi tentu harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” ucapnya.
“Konsekuensinya pasti akan berpengaruh pada belanja modal kita yang menurun. Tapi, dampak yang diberikan ke masyarakatnya itu jauh lebih meningkat,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sekolah yang belum tergabung dalam program masih memiliki kesempatan untuk bergabung, selama memenuhi persyaratan dan bersedia menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Selama mereka memenuhi kriteria, mereka bisa mengajukan. Nanti basisnya akan dilakukan MoU,” kata Andra.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin menegaskan Program Sekolah Gratis dalam Program Banten Cerdas dipastikan berlanjut untuk angkatan kedua pada tahun ajaran 2026–2027. Namun, ia menekankan jika saat ini pihaknya terus melakukan evaluasi termasuk dengan tidak memberikan toleransi bagi sekolah yang masih memungut biaya.
“Nanti kita akan evaluasi sesuai dengan arahan pak Gubernur. Termasuk kalau masih ada sekolah atau yayasan yang memungut biaya, itu akan kita hentikan. MoU-nya tidak kita lanjutkan,” tegas Jamaluddin.
Baca Juga: 6,6 Juta Warga Banten Manfaatkan Program CKG, Diabetes dan Darah Tinggi Mendominasi
Menurutnya, evaluasi terhadap angkatan pertama saat ini masih berjalan, khususnya terkait kepatuhan sekolah mitra terhadap perjanjian kerja sama.
“Kita ingin agar program ini jangan sampai disalahgunakan. Sekolah gratis ya harus benar-benar gratis dan tepat sasaran,” ujarnya.
Mengenai anggaran, Jamaluddin menyampaikan bahwa besaran dana Program Sekolah Gratis tahun ini masih dalam tahap perhitungan. Pada tahun sebelumnya, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp104 miliar, namun nilainya berpotensi disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.
“Bisa saja lebih rendah, tergantung hasil evaluasi. Jangan sampai sekolah yang masih menarik biaya justru tetap menerima anggaran,” tandasnya. (mpd/rmg)
























