SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/1/2026) pagi, nyaris berujung petaka. Plafon ruang kelas 228 SMAN 5 Kabupaten Tangerang dilaporkan ambrol saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, tepat pada jam ketiga pelajaran Geografi. Saat itu, sebanyak 35 siswa kelas X berada di dalam ruangan.
Pengawas SMA, Syaeful Rohman, mengatakan ambrolnya plafon dipicu oleh kebocoran atap yang semakin parah akibat hujan lebat dan angin keras. Kondisi material plafon yang sudah tua membuat daya tahannya melemah.
“Triplek plafon sudah lapuk di bagian paku-pakunya. Usianya hampir 12 tahun, sejak 2014,” ujar Syaeful kepada satelitnews.com.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, air hujan sudah terlihat menetes dari atap. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat kebocoran semakin besar hingga akhirnya plafon tidak mampu menahan beban dan ambrol.
Meski begitu, plafon ruang kelas 228 tidak ambruk seluruhnya. Beberapa bagian masih tersangkut, namun kondisi pelapukan dinilai sudah sangat parah.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Alhamdulillah tidak sampai ambruk total. Kalau menggunakan gypsum dan langsung jatuh, anak-anak tidak sempat lari,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, beberapa siswa mengalami luka lecet ringan. Para siswa yang terdampak langsung dibawa ke UKS untuk mendapatkan penanganan. Orang tua siswa pun segera datang ke sekolah setelah mendapat kabar kejadian itu.
“Kami juga tawarkan kepada murid dan wail murid kalau ada yang mau diobati ke klinik kami siap, tapi tidak ada yang mau dan cukup dengan perawatan di UKS,” ucapnya.
Pihak sekolah memastikan tidak ada korban luka berat dalam insiden tersebut. Proses belajar mengajar langsung dihentikan sementara, dan ruang kelas dinyatakan tidak digunakan.
“Murid kami imbau untuk pulang dan pembelajaran diganti dengan pembelajaran jarak jauh, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,”
Syaeful menambahkan, kejadian ini telah dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) sebagai bahan tindak lanjut, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah yang sudah menua.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Kami sudah cek ulang bersama pemegang barang dan tim sarana prasarana. Namun karena faktor cuaca, penanganan sementara hanya sebatas pengamanan,” ujarnya. (aditya)




















