SATELITNEWS.COM, KOTA TANGERANG — Air yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang mulai surut. Di Kompleks Pinang Griya dan kawasan Ciledug Indah, genangan berangsur hilang sejak Sabtu (24/1/2026).
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan pascabanjir berjalan cepat. Ia meninjau pemasangan kisdam di titik tembok penahan yang jebol sebagai langkah antisipasi banjir susulan.
“Alhamdulillah, hari ini Pinang Griya sudah kering. Kita langsung lakukan penanganan pascabanjir dengan memasang kisdam sebagai langkah antisipasi sebelum penanganan permanen dilakukan,” ujar Sachrudin di lokasi.
Penanganan dilakukan secara terpadu bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), TNI–Polri, Polsek Pinang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Sedikitnya 500 karung kisdam dipasang di titik tembok yang jebol beserta area sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menahan luapan air, terutama dari kiriman wilayah hulu.
“Kisdam ini kita pasang di titik tembok yang jebol dan sekitarnya. Pengerjaan kita lakukan sampai tuntas agar keselamatan warga benar-benar terjamin,” ungkapnya.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Senin 5 Oktober, Cek Lokasinya
Selain pemasangan kisdam, Pemkot Tangerang juga mengerahkan sembilan unit pompa air sejak banjir terjadi. Pompa dioptimalkan setelah permukaan air surut dan mesin tidak lagi terendam.
“Begitu air mulai surut dan mesin tidak terendam, pompa langsung kita maksimalkan. Alhamdulillah, proses pengeringan berjalan cepat,” jelas Sachrudin.
Sachrudin mengakui, kondisi tembok yang jebol sangat mengkhawatirkan karena langsung berbatasan dengan aliran sungai. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan penanganan permanen berupa pembangunan dan penguatan tanggul.
“Tahun ini, insya Allah akan kita lakukan penanggulan secara permanen. Kita akan bebaskan lahan di bagian belakang, lalu tanggul kita perkuat agar masyarakat merasa aman dan tidak khawatir saat musim hujan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Pemkot Tangerang telah melakukan peninggian tanggul di sejumlah titik Kali Angke yang terbukti mampu mengamankan wilayah lain dari banjir. Kasus jebolnya tembok di Pinang Griya menjadi perhatian khusus untuk segera dituntaskan.
Terkait kondisi banjir secara keseluruhan, Sachrudin menyebutkan dari 12 titik banjir yang sempat terjadi di Kota Tangerang, kini sebagian besar telah surut, termasuk di Pinang Griya dan Periuk.
Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Siapkan Tiga Usulan Raperda 2027
“Kurang lebih satu sampai dua hari ke depan, kita pastikan semuanya tuntas, kering, dan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lumpur serta sampah bersama masyarakat,” katanya.
Selain penanganan teknis, Pemkot Tangerang juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak, mulai dari makanan siap saji, layanan kesehatan, dapur umum, hingga pendirian posko kebencanaan. Seluruh perangkat daerah, camat, lurah, dan jajaran kewilayahan dikerahkan untuk pendataan serta pemantauan di lapangan.
“Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga. Terima kasih kepada TNI dan Polri yang terus mendukung penanganan banjir di Kota Tangerang,” tambahnya.
Respons cepat Pemkot Tangerang mendapat apresiasi dari warga. N.N. (70), warga RT 02 RW 06 Pinang Griya, mengaku banjir kali ini merupakan yang paling cepat surut selama ia tinggal di kawasan tersebut.
“Saya sudah tinggal di sini sejak 1986, sudah sembilan kali kena banjir. Tapi ini yang paling cepat surutnya. Satu hari sudah kering. Responsnya cepat, malam itu juga Pak Wali Kota datang, TNI, polisi, langsung bawa pasir,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan S. (55), warga RT 06. Ia menilai penanganan banjir kali ini berlangsung sigap.
“Pemkot bagus, gerak cepat. Cuma sehari banjir, langsung surut,” katanya. (aditya)




















