SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimaknai Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan aksi nyata di wilayah pesisir. Bertempat di Kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Pemkab Tangerang menggelar kegiatan penanaman mangrove dan penebaran benih mimi bersama masyarakat, Senin (2/2).
Ribuan bibit mangrove dan benih mimi dilepas sebagai simbol komitmen menjaga ekosistem pesisir. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Dalam kesempatan ini, kami bersama masyarakat Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, menanam 1.000 bibit mangrove dan menebar 1.000 benih mimi di kawasan KUA,” ujar Soma Atmaja kepada Satelit News, Senin (2/2).
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari membutuhkan komitmen bersama serta aksi nyata dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha. Langkah tersebut penting demi keberlangsungan seluruh ekosistem yang saling terkait.
“Persoalan sampah adalah persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian, komitmen, dan aksi nyata secara kolektif, baik dari pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, maupun masyarakat, khususnya generasi muda, secara berkelanjutan. Sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kelestarian lingkungan, dan masa depan generasi yang akan datang,” tegas Soma.
Ia menambahkan, wilayah pesisir seperti Kecamatan Mauk memiliki peran strategis sekaligus tantangan tersendiri. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan bermuara ke laut, merusak ekosistem pesisir, mengancam biota laut, serta berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat nelayan.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen untuk menjadikan peringatan HPSN sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan aksi nyata dalam menjaga wilayah pesisir secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan, demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Soma menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendorong penanganan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia pun mengapresiasi pelaksanaan HPSN yang diisi dengan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, dan pelepasan mimi sebagai wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan pesisir.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan menjaga lingkungan pesisir agar ekosistemnya tetap lestari dan memberi manfaat berkelanjutan,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, tokoh pemuda Kecamatan Mauk, Ahmad Satibi, berharap peringatan HPSN dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam kepedulian terhadap sampah, sehingga persoalan sampah di Kabupaten Tangerang dapat teratasi dengan lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus upaya pencegahan bencana alam seperti banjir dan longsor.
“Penanaman pohon sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana, baik banjir maupun longsor,” ungkapnya.(alfian/aditya)




















