SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Langkah BSD City menuju pusat pendidikan kelas dunia semakin nyata. Sinar Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka Inggris ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City.
Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian British Council East Asia Education Week 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menandai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi Indonesia–Inggris, sekaligus menegaskan posisi BSD City sebagai World-Class Education Township yang dikembangkan Sinar Mas Land.
Agenda ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Inggris, sejalan dengan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Inggris pada 20 Januari 2026 lalu yang menegaskan pendidikan tinggi sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki populasi sekitar 287 juta jiwa, dengan 70 persen di antaranya merupakan Generasi Z dan Milenial. Dengan tingkat partisipasi pendidikan tinggi yang mendekati 50 persen, kolaborasi internasional dinilai krusial untuk menjawab meningkatnya kebutuhan akan pendidikan tinggi berkualitas di Tanah Air.
Dalam kesempatan tersebut, Sinar Mas Land melalui Digital Hub memperkenalkan visi transformasi BSD City sebagai ekosistem inovasi terintegrasi. Kawasan ini didukung infrastruktur kelas dunia, kepastian regulasi, serta skema investasi bagi institusi internasional guna menjawab kebutuhan pendidikan tinggi berkualitas.
Melalui dialog langsung dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Dewan Nasional KEK, para delegasi menjajaki peluang pengembangan kampus internasional, program Transnational Education (TNE), hingga kolaborasi riset jangka panjang. Kehadiran universitas-universitas ternama seperti King’s College London, Durham University, University of Edinburgh, University of Bristol, University of Glasgow, University of Leeds, University of St. Andrews, Newcastle University, University of Liverpool, hingga University of Exeter membuka peluang kolaborasi yang semakin konkret.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Dr. Beny Bandanadjaja, menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan mitra global dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami melihat bahwa Indonesia membutuhkan mitra dari negara lain. Inggris, misalnya, memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi berkualitas. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini, termasuk jika ada universitas asing yang membuka kampus cabang di Indonesia, dapat turut meningkatkan dan memperkuat mutu, relevansi, serta dampak pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis (12/2/2026).
“Keberadaan KEK juga mempermudah universitas asing yang ingin membuka kampus di Indonesia karena memiliki kebijakan relaksasi khusus dari pemerintah. Kami berharap mereka tidak hanya membangun universitasnya sendiri, tetapi juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia. Dengan demikian, perguruan tinggi Indonesia dapat terdorong meningkat hingga setara dengan standar internasional,” imbuh Beny.
Sementara itu, Country Director Indonesia and Director for South East Asia at the British Council, Summer Xia menegaskan, bahwa kemitraan pendidikan internasional harus selaras dengan prioritas nasional.
“Di British Council, kami meyakini kemitraan pendidikan internasional akan paling efektif apabila berakar kuat pada konteks lokal dan selaras dengan prioritas nasional. Kunjungan ini memberikan kesempatan nyata bagi pimpinan universitas Inggris untuk melihat langsung bagaimana Indonesia mengintegrasikan pendidikan tinggi, inovasi, dan pembangunan ekonomi melalui kebijakan KEK di BSD City. Inilah alasan BSD City dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan British Council East Asia Education Week tahun ini,” tandasnya.
“Kawasan terpadu ini mencerminkan visi Indonesia dalam menghubungkan pendidikan tinggi dengan industri serta ekosistem inovasi. Bagi mitra internasional, ini membuka peluang menuju kemitraan yang lebih terintegrasi, berorientasi pada dampak, dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Summer Xia.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Dukungan juga disampaikan Bambang Wijanarko, Kepala Biro Pengendalian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Sekretariat Jenderal Dewan KEK. Ia menegaskan, bahwa kunjungan ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat kemitraan, dengan universitas-universitas terkemuka Inggris dalam pengembangan pendidikan tinggi di KEK.
“Kami menyambut dan menantikan kehadiran universitas-universitas unggulan Inggris di KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ) dan KEK Singhasari sebagai quick wins, dalam mewujudkan arahan Presiden untuk penguatan kemitraan Indonesia dengan universitas Inggris,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum strategis memperkuat posisi BSD City sebagai pusat pendidikan dan inovasi global.
“Melalui Digital Hub dan KEK ETKI Banten, kami tidak hanya menyediakan infrastruktur fisik, tetapi membangun ekosistem terintegrasi yang didukung kepastian regulasi, skema investasi kompetitif, serta konektivitas antara kampus, industri, dan pemerintah. Pendidikan adalah fondasi utama dalam pengembangan kota masa depan. Melalui kolaborasi internasional ini, kami berharap tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan institusi pendidikan global untuk berkolaborasi dan berkontribusi secara berkelanjutan bagi pengembangan talenta dan riset di Indonesia,” ungkapnya.
Saat ini, BSD City telah berkembang menjadi salah satu smart city terintegrasi terbesar dan paling ambisius di Indonesia, dengan luas lebih dari 6.000 hektare dan proyeksi populasi mencapai 4,5 juta jiwa pada 2035. Kawasan ini telah menjadi rumah bagi Monash University Indonesia, Apple Developer Academy @BINUS, Fuji Academy, BINUS University, Prasetiya Mulya, dan Atma Jaya.
Selain itu, berbagai sekolah internasional ternama juga hadir di BSD City, seperti ACS, Deutsche Schule Jakarta, Sinarmas World Academy, Jakarta Nanyang School, Sampoerna Academy, Genesis Global Community School, Ilon Academy, Wellington College Independent School Jakarta, dan SIS.
Melalui kunjungan delegasi ini, Sinar Mas Land melalui Digital Hub kembali menegaskan komitmennya menjadikan BSD City sebagai platform strategis bagi institusi pendidikan dan riset internasional yang ingin membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan melahirkan inisiatif konkret, mulai dari pengembangan TNE, riset bersama, hingga model kemitraan multipihak yang memperkuat daya saing talenta Indonesia sekaligus memperdalam hubungan strategis Indonesia–Inggris. (aditya)




















