SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kecurigaan warga Kampung Sibolang, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, berujung pada diamankannya tujuh pelajar tingkat SMP yang diduga hendak melakukan aksi tawuran, Selasa (17/2). Ketujuh remaja tersebut kemudian diserahkan ke Kepolisian Sektor Pasar Kemis untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, para pelajar itu diamankan warga karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di wilayah Kampung Sibolang, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya.
“Betul, peristiwa itu terjadi pada Selasa (17/2) sore kemarin,” kata AKP Humaedi kepada Satelit News, Rabu (18/2).
Humaedi menjelaskan, awal mula kejadian ketika warga merasa curiga melihat sekelompok pelajar SMP bergerombol sambil berboncengan sepeda motor. Kecurigaan itu semakin kuat setelah diketahui mereka menenteng senjata tajam jenis celurit.
Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, warga berinisiatif membubarkan dan mengamankan para pelajar tersebut sebelum akhirnya menyerahkan mereka ke pihak kepolisian.
“Berawal dari kecurigaan warga yang melihat banyak pelajar berboncengan motor. Didapati mereka membawa celurit dan penggaris besi untuk tawuran,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
Setelah diamankan, polisi melakukan interogasi terhadap ketujuh pelajar yang diketahui berasal dari SMP berbeda-beda. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku hendak melakukan aksi tawuran saat libur Tahun Baru Imlek 2026. Para pelajar itu juga menyebut rencana tersebut baru pertama kali akan mereka lakukan.
“Para pelajar itu mengaku hendak melakukan tawuran pada saat hari libur Imlek 2026. Pengakuan dari mereka, baru kali ini mereka akan melakukan aksi tawuran,” jelasnya.
Pada Rabu (18/2) pagi, ketujuh pelajar tersebut telah dijemput oleh orang tua dan pihak sekolah masing-masing. Orang tua serta pihak sekolah juga menandatangani surat pernyataan untuk melakukan pembinaan dan menjamin para pelajar tidak akan kembali terlibat aksi tawuran.
“Saat ini para pelajar telah dijemput oleh pihak sekolah dan para orang tua. Mereka juga memastikan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari,” tuturnya.
Kapolsek menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan, terlebih menjelang Ramadan yang kerap diwarnai aksi tawuran pelajar usai salat tarawih. Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat maupun menjadi korban tawuran.
“Dengan adanya kejadian ini, kami akan mengoptimalkan kembali petugas lapangan dan terus melakukan patroli piket ke tempat-tempat yang dianggap rawan untuk tawuran,” tegasnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Polsek Pagedangan Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Tajam Untuk Tawuran




















