SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Masjid Agung Al-Amjad tak lagi sekadar berdiri sebagai pusat peribadatan umat Muslim di jantung pemerintahan Kabupaten Tangerang. Melalui serangkaian inovasi fasilitas baru, masjid kebanggaan warga ini bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, ramah keluarga, sekaligus pusat literasi.
Perubahan wajah tersebut ditandai dengan diresmikannya perpustakaan digital serta hadirnya payung raksasa ala Masjid Nabawi dalam rangkaian Festival Ramadan 1447 H/2026 M, Jumat (20/2/2026).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan Festival Ramadan tahun ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, serta pemberdayaan UMKM di Kabupaten Tangerang selama bulan suci.
Menurut pria yang akrab disapa Rudi Maesyal, festival ini juga menjadi ajang pembinaan dan pemberdayaan bagi para santri untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat nilai-nilai agama Islam.
“Beragam lomba seperti tilawah, qasidah, kaligrafi kontemporer, rampak bedug, hingga fashion show islami akan memeriahkan Festival Ramadan 1447 H/2026 M. Selain itu, kegiatan ini diramaikan oleh berbagai UMKM di Kabupaten Tangerang, dan stand-nya disediakan oleh panitia,” kata Maesyal kepada Satelit News, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, festival ini juga menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit. Untuk menunjang kenyamanan dan meningkatkan literasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan fasilitas perpustakaan di Masjid Al-Amjad serta payung elektrik agar masyarakat yang ngabuburit maupun yang akan melaksanakan Sholat Id lebih nyaman.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Seperti saat ini, terlihat banyak masyarakat yang ngabuburit di masjid kebanggaan kita ini. Untuk menambah kenyamanan, payung elektrik didirikan dan ditambah fasilitas perpustakaan agar masyarakat yang berkunjung juga dapat meningkatkan literasi. Dulu jamaah sering kepanasan saat Shalat Jumat atau Idul Fitri, bahkan sampai memakai payung sendiri. Sekarang, dengan adanya payung permanen dan perbaikan marmer, suasana menjadi lebih teduh dan khusyuk,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Harian Masjid Al-Amjad, KH Hariry, menjelaskan renovasi besar-besaran ini menargetkan kenyamanan total bagi jamaah sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penyediaan 72 loker khusus tas dan helm guna menjaga kerapian ruang utama masjid.
Tak hanya itu, Al-Amjad kini kian ramah terhadap perempuan dan kelompok disabilitas. “Kami menyediakan ruang laktasi (menyusui) dan ruang ganti popok yang layak. Ternyata kebutuhannya sangat tinggi, langsung banyak yang menggunakan,” ungkapnya.
Bagi jamaah disabilitas, pengelola telah membangun akses jalan khusus hingga tempat wudhu yang aksesibel. Sisi intelektual pun tak luput dari perhatian. Sebuah perpustakaan kini hadir sebagai pusat literasi warga Kabupaten Tangerang.
“Hingga saat ini, tercatat sudah ada 312 koleksi buku dari para wakif, mencakup kitab suci hingga buku umum,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, DKM Masjid Al-Amjad turut merangkul pelaku UMKM lokal dengan menyediakan 20 tenda khusus bagi pedagang di area depan dan belakang masjid. Inovasi kuliner pun dihadirkan melalui “Bubur Asyuro”—bubur khas bercita rasa gula merah dan kelapa yang akan dibagikan gratis kepada jamaah yang berpuasa maupun beriktikaf.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Pemerintah Kabupaten Tangerang pun berencana melangkah lebih jauh. Maesyal Rasyid membocorkan rencana jangka panjang pembangunan pusat manasik haji terpadu di area belakang masjid, lengkap dengan asrama dan museum.
“Meski mayoritas beragama Islam, Al-Amjad tetap menjadi simbol toleransi. Di sini, hubungan antarumat beragama sangat harmonis, kita saling menjaga saat hari besar keagamaan masing-masing,” pungkasnya. (alfian/aditya)




















