SATELITNEWS.COM,TANGERANG—Liverpool tumbang dari Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris, Rabu (4/3/2026 dini hari. Untuk kesekian kalinya, gol menit akhir bikin The Reds tersungkur.
Liverpool pulang dari Molineux, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB dengan tangan hampa. Mohamed Salah dkk tumbang dengan skor 1-2.
Sempat dibobol Rodrigo Gomes di menit ke-78, Liverpool menyamakan skor lewat gol Salah lima menit berselang. Kemudian gol Andre memastikan tuan rumah menang 2-1 atas sang juara bertahan.
Bagi Liverpool, untuk kelima kalinya mereka kalah lewat gol menit akhir musim ini di liga. Opta mencatat, ini menjadi jumlah terbanyak yang ditelan klub Premier League sepanjang sejarah.
Musim ini, Liverpool kalah lewat gol menit akhir saat melawan Crystal Palace, Chelsea, Bournemouth, Manchester City, dan kini Wolves. Semuanya terjadi di Liga Inggris.
Sementara jika ditotal, Liverpool sudah 7 kali tersandung akibat gol menit akhir. Dua pertandingan lainnya menyebabkan hasil imbang, saat ditahan Leeds United 3-3 dan Fulham 2-2.
Baca Juga: Kutukan 22 Tahun Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
Kekalahan atas Wolves membuat Liverpool masih tertahan di peringkat 6 klasemen Liga Inggris dengan 48 poin. Posisinya terancam disalip Chelsea, yang mengemas 45 poin namun unggul gol dan bermain melawan Aston Villa, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB tadi.
Kapten tim, Virgil van Dijk mengeluhkan kekalahan The Reds. Sang kapten sebut, timnya mudah ditebak permainannya. “Permainan kami lambat, mudah ditebak, ceroboh dalam penguasaan bola, dan pengambilan keputusan yang salah,” keluhnya kepada BBC. “Ini semua kesalahan kami sendiri,” tegasnya.
Soal mudah ditebak, Liverpool sudah kebobolan lima kali di menit ke-90 atau lebih. Liverpool sedianya dalam tren bagus di Liga Inggris yakni lagi tiga kali menang beruntun sebelum dihentikan Wolves. Liverpool tertahan di peringkat kelima dengan 48 poin, gagal salip Aston Villa di atasnya dengan 51 poin. “Hari ini kami mendominasi tapi di akhir-akhir kami melakukan kesalahan. Kami padahal sedang solid-solidnya tapi ya begitulah adanya,” tutup Van Dijk.
Manajer Arne Slot sampai bingung timnya kepayahan menjebol gawang lawan. Lini depannya yang diisi Salah, Hugo Ekitike, dan Cody Gakpo, kesulitan menyelesaikan sejumlah peluang. Salah satu momennya bahkan ketika Gakpo justru menggagalkan upaya Chiesa bikin gol di garis gawang Wolves.
Begitu juga dari skema set pieces, Liverpool masih kesulitan bikin gol. Salah bahkan bisa mencetak gol karena blunder pertahanan Wolves, bukan karena serangan yang dirancang timnya.
Situasi itu yang bikin Arne Slot kesal dan bingung melihat timnya. Ia menyayangkan performa timnya yang kesulitan bikin gol, yang turut jadi faktor kekalahan atas Wolves. “Hasil yang buruk. Paruh pertama jauh dari memuaskan, tapi paruh kedua ada sedikit lebih banyak urgensi. Kami semakin dekat untuk mencetak gol, tapi kemudian kebobolan saat lawan masuk ke area kotak penalti kami. Kami langsung membalas dan dua kali hampir mencetak
gol penentu, tapi pada akhirnya kebobolan tendangan yang membentur, bahkan bukan berupa peluang nyata,” sesal Slot, mengutip NBC Sports.
Baca Juga: Arsenal vs Burnley, Momentum Kunci Gelar Juara
“Ini bahkan terasa lebih frustrasi karena kami tahu betapa kerasnya kami harus berusaha mencetak gol. Saya katakan sebelum pertandingan, belakangan ini, kami kebanyakan bikin gol dari tendangan bebas. Kami menciptakan cukup banyak peluang, tapi kami kesulitan mengubah peluang-peluang itu menjadi gol.”
“Saya tidak akan mengatakan [mereka] memberikan banyak [di babak pertama], tetapi saya melihat lebih banyak urgensi di babak kedua. Juga di babak pertama, kami memiliki banyak penguasaan bola tetapi tidak mampu menembus area kotak penalti sebanyak di babak kedua,” kata manajer asal Belanda itu. (dm)




























