SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kondisi Jalan Tol Tangerang–Merak, khususnya di kawasan Bitung, Kecamatan Cikupa, dikeluhkan para pengguna jalan. Selain mengalami kerusakan yang cukup parah dan berpotensi merusak kendaraan, ruas tol tersebut juga kerap memicu kemacetan hampir setiap hari, Kamis (12/3/2026).
Kerusakan jalan yang berlubang membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Tak sedikit pengguna jalan yang mengaku dirugikan karena kendaraan mereka mengalami kerusakan, mulai dari ban bocor hingga gangguan pada kaki-kaki mobil.
Salah satu pengguna Jalan Tol Tangerang–Merak di Pintu Tol Bitung, Hariyanto, mengaku kecewa dengan perawatan yang dilakukan oleh pengelola jalan tol, baik ASTRA Infra maupun Jasa Marga. Menurutnya, kondisi jalan tol saat ini sangat memprihatinkan.
“Tentunya sangat kecewa. Jalan berbayar seperti jalan arteri yang gratis. Perawatannya lambat, banyak lubang sehingga dikhawatirkan merusak kaki-kaki mobil. Bahkan banyak korban ban bocor juga akibat jalan berlubang,” kata Hariyanto kepada Satelit News, Kamis (12/3).
Selain kondisi jalan yang rusak, kemacetan panjang juga menjadi keluhan utama pengguna jalan. Setiap hari, ruas tol di kawasan Bitung tersebut kerap dipadati kendaraan hingga merayap, padahal jalan tol seharusnya menjadi jalur cepat.
Hariyanto menduga kemacetan tersebut dipicu oleh proses perbaikan jalan yang berjalan sangat lambat, sehingga mempersempit lajur kendaraan dan memicu antrean panjang.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Selain jalan rusak, jalan tol ini juga sangat macet, padat merayap. Akibat perbaikan jalan yang sangat lambat sekali,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan Jalan Tol Tangerang–Merak dapat segera diselesaikan agar kemacetan bisa diminimalisir dan kerusakan kendaraan akibat jalan berlubang dapat dihindari. Terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan, ketika volume kendaraan meningkat menjelang arus mudik Lebaran.
“Kami berharap perbaikan bisa segera. Apalagi ini mendekati arus mudik,” katanya.
Sementara itu, Group Chief Executive Officer ASTRA Infra, Firman Yosafat Siregar, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pemeliharaan serta peningkatan pelayanan agar pengguna jalan dapat lebih nyaman saat melintas di jalan tol.
“Kami melakukan berbagai upaya pemeliharaan dan peningkatan layanan. Petugas kami siap melayani 24 jam dan terus berkoordinasi dengan aparat terkait,” ujar Firman.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan, ASTRA Infra juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas Tangerang–Merak dan Cikopo–Palimanan.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Di ruas Tangerang–Merak, diskon berlaku pada 12–13 Maret 2026 untuk arus mudik dan 31 Maret–1 April 2026 untuk arus balik. Sementara di ruas Cikopo–Palimanan, diskon diberikan pada 15–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 26–28 Maret 2026 untuk arus balik bagi perjalanan menerus.
Menanggapi lonjakan arus lalu lintas menjelang Lebaran, pengelola jalan tol tersebut menyatakan kesiapan penuh untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik. (alfian/aditya)




















