SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Lonjakan arus mudik mulai terasa di ruas Tol Tangerang–Merak. Memasuki periode Hari Raya Idulfitri 2026, volume kendaraan tercatat meningkat signifikan, menandai tingginya mobilitas masyarakat menuju Pulau Sumatra.
Sejak Rabu (11/3/2026) hingga Selasa (17/3/2026), sebanyak 1.164.998 kendaraan melintasi jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatra tersebut. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
Head of Sustainability Management and Corporate Communications Astra Infra Toll Road, Uswatun Hasanah, mengungkapkan arus lalu lintas terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Secara akumulasi, rata-rata lalu lintas harian mencapai 172.471 kendaraan. Angka ini naik 6,6 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025, atau meningkat 7,3 persen terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal,” ujar Uswatun, Rabu (18/3/2026).
Kepadatan terlihat jelas di Gerbang Tol (GT) Cikupa sebagai pintu masuk utama. Dalam tujuh hari terakhir, sebanyak 307.779 kendaraan tercatat memasuki ruas Tol Tangerang–Merak. Puncaknya terjadi pada Selasa (17/3), dengan volume mencapai 59.204 kendaraan, atau meningkat 15,3 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, arus kendaraan yang keluar melalui GT Merak menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak juga mengalami lonjakan. Tercatat sebanyak 86.632 kendaraan melintas pada periode yang sama.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Pada Selasa (17/3), arus menuju pelabuhan mencapai 20.616 kendaraan. Jika dibandingkan dengan LHR normal, peningkatannya mencapai 128 persen,” tambah Uswatun.
Pembatasan Truk dan Imbauan Mudik
Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, Astra Infra memberlakukan pembatasan operasional kendaraan barang sejak Jumat (13/3) hingga Minggu (29/3/2026). Pembatasan ini berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan gandengan, serta angkutan hasil galian dan bahan bangunan.
Selain itu, pemudik juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi fisik hingga kendaraan. Ketersediaan bahan bakar dan saldo e-toll yang cukup menjadi hal penting sebelum memasuki perjalanan jauh.
Bagi pengguna jasa penyeberangan, pembelian tiket kapal feri juga wajib dilakukan lebih awal melalui platform resmi.
“Kami mengimbau pengguna jalan yang akan menyeberang ke Sumatra untuk membeli tiket melalui aplikasi atau web Ferizy setidaknya H-1 sebelum keberangkatan. Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan demi menghindari antrean panjang,” tegasnya. (aditya)
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru




















