SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tradisional Sentiong, Kecamatan Balaraja, kembali menuai keluhan. Para pengguna jalan dan pedagang di dalam pasar mengeluhkan keberadaan PKL yang kembali berjualan di bahu jalan hingga menutupi akses dan wajah pasar, Jumat (27/3/2026).
Padahal sebelumnya, para PKL sempat ditertibkan oleh Satpol PP dan Trantib Kecamatan Balaraja. Namun, kondisi tersebut tak berlangsung lama. Kini, lapak-lapak kembali bermunculan di sepanjang bahu jalan, memicu ketidaknyamanan bagi berbagai pihak.
Sodri, salah satu pedagang di dalam Pasar Tradisional Sentiong, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai kehadiran PKL di luar pasar sangat merugikan pedagang resmi yang berjualan di dalam.
“Baru juga ditertibkan, sudah kembali lagi berjualan. Jelas merugikan kami yang berjualan di dalam pasar,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari pengguna jalan. Marna, warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, mengaku terganggu dengan aktivitas PKL yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan. Menurutnya, kondisi ini kerap memicu kemacetan.
“Jelas mengganggu, karena bikin macet. Mereka jualan di bahu jalan,” tandasnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Balaraja, Willy Patria, memastikan pihaknya akan kembali melakukan penertiban. Ia menyebut, kembalinya PKL ke bahu jalan diduga karena belum tersedianya tempat penampungan yang layak.
“Rencananya nanti kita akan tertibkan kembali, karena memang Perumda Pasar belum menyiapkan tempat yang representatif untuk penampungan mereka,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriatna, menilai kesadaran masyarakat dalam berusaha masih perlu ditingkatkan agar tidak mengganggu ketertiban umum.
“Tingkat kesadaran masyarakat dalam berusaha masih perlu diingatkan dan ditingkatkan, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya. (alfian/aditya)




















