SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Banjir yang terus berulang di Perumahan Citra Prima Serpong (CPS) 2, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka.
Ketua RW 06 CPS 2, Yaya mengungkapkan bahwa banjir masih menjadi persoalan utama meski sejumlah infrastruktur penanganan telah dibangun. Turap penahan air yang baru selesai tiga bulan lalu, lengkap dengan dua unit pompa, belum sepenuhnya mampu mengatasi luapan air saat hujan deras.
“Setiap banjir berdampak 30 kepala keluarga, ratusan jiwa menungsi saat banjir tiba,” ujar Yaya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, setidaknya tiga rumah kini sudah benar-benar ditinggalkan pemiliknya akibat kondisi yang tak kunjung membaik. Selain meninggalkan secara permanen ada juga warga yang pergi sementara hingga musim kemarau tiba.
“Memang ada sebagian warga sini memilih untuk pindah meninggalkan rumahnya. Ada baru dibangun juga, begitu banjir dia mengungsi dalam waktu lama, nanti kalau sudah benar benar musim kemarau baru dia kembali lagi kesini,” katanya.
“Ada juga yang sudah meninggalkan tidak ditempati lagi, memang saat ini jumlahnya tidak banyak ada sekitar tiga warga,” sambungnya.
Baca Juga: Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat
Persoalan banjir yang dialami warga CPS 2 memang bukan hal yang baru. Ketika hujan deras, air dengan cepat naik hingga melewati tanggul beton yang telah dibangun. Air pun mau tidak mau limpas masuk kerumah rumah warga seperti pada minggu lalu.
Yaya melanjutkan, penanganan memang harus serius dilakukan walaupun saat ini jauh lebih berkurang, ketinggian air ketika banjir terparah banjir dengan ketinggian dua meter sempat terjadi. Langkah normalisasi dan pelebaran kali menjadi salah satu upaya yang sangat bisa dilakukan.
“Dahulu perumahan sebelah itu Situ dahulu tidak banjir sebelum ada perumahan, mungkin karena daerah resapan dan perubahan aliran kali jadi banjir,” bebernya. (eko)




























