SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendorong lahirnya solusi strategis terhadap berbagai persoalan daerah. Mulai dari sampah hingga perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, saat menghadiri Pra-Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Pra-Rakorkomwil) III Apeksi di Hotel Wahid Prime, Salatiga, Provinsi Jawa Tengah Selasa (19/05/2026).
Dalam forum tersebut, Herman menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai rekomendasi yang dihasilkan, khususnya terkait isu pengelolaan persampahan dan perimbangan keuangan daerah yang dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah kota saat ini.
“Kami mendukung penuh rekomendasi yang dihasilkan dalam Pra-Rakorkomwil III ini. Banyak tantangan yang harus dijawab pemerintah daerah, mulai dari persoalan sampah hingga perimbangan keuangan pusat dan daerah. Namun di sisi lain, pemerintah daerah tetap dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Herman.
Ia menilai, berbagai isu yang dibahas dalam forum tersebut menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan pembangunan dan kualitas pelayanan publik di daerah. Herman berharap Apeksi dapat terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi antarpemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.
Selain isu persampahan dan fiskal daerah, forum Pra-Rakorkomwil III Apeksi juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, seperti penguatan ketahanan pangan perkotaan yang saat ini masih bergantung pada pasokan luar daerah maupun impor.
Baca Juga: Penampilan Seni Budaya Kota Tangerang Sukses Tampil Pada Acara Penutupan Apeksi
Sementara, Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa dipilihnya Salatiga sebagai lokasi pertemuan perdana pada masa kepemimpinannya didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Menurutnya, selain memiliki kedekatan historis antarwilayah, Salatiga juga dinilai mampu mendukung efisiensi anggaran di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah saat ini. (made)
























