SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Memasuki hari keempat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menerapkan metode inject atau penyuntikan air langsung ke titik api di bawah permukaan timbunan sampah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat pemadaman secara menyeluruh terhadap api yang masih membara, Jumat (3/7).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengatakan metode inject diterapkan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6).
“Jadi sistem inject ini nanti, kami sudah sampaikan ke kalaksa dan kepala pemadam kebakaran untuk dibuat pipa, kemudian dilakukan penyuntikan di titik-titik api yang ada di TPA Jatiwaringin,” kata Djohan kepada Satelit News, Jumat (3/7).
Menurutnya, metode penyuntikan air tersebut akan dilaksanakan oleh petugas gabungan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran hingga personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang telah diterjunkan sebanyak 30 personel.
“Termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan metode itu. Insyaallah dari siang tadi sudah mulai aksi,” ujarnya.
Selain penyuntikan air ke titik api, upaya percepatan pemadaman juga dilakukan melalui penyiraman dari udara menggunakan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT. Kedua helikopter tersebut mengangkut kantong air berkapasitas 4.000 liter untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Baca Juga: Relawan Dirikan Posko Darurat, Suplai Vitamin dan Logistik untuk Petugas Pemadam TPA Jatiwaringin
“Sementara ini kita bisa melihat, kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas juga memaksimalkan pekerjaan mulai pagi, siang hingga malam,” katanya.
Di darat, sebanyak 18 unit armada pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh operasi water bombing.
“Hari keempat ini, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 unit pemadam kebakaran,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat sore sekitar pukul 16.24 WIB, petugas gabungan dari Damkar, Kementerian Kehutanan, serta TNI-Polri masih berjibaku memadamkan sisa kebakaran di sisi utara TPA Jatiwaringin.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengoperasikan alat berat jenis excavator untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi melalui metode penyuntikan air. Sementara itu, akses menuju kawasan TPA Jatiwaringin masih dijaga ketat guna membatasi lalu lintas kendaraan dari luar area. Hanya kendaraan operasional pemadam kebakaran, petugas medis, dan instansi terkait yang diperbolehkan melintas selama proses penanganan kebakaran berlangsung. (alfian/aditya)




























