SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Drama 10 gol tercipta saat Inggris mengalahkan Prancis. Laga ini menjadi yang paling seru dan menarik sepanjang Piala Dunia 2026.
Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia menghadirkan duel Prancis vs Inggris. Laga digelar di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Kedua kesebelasan sama-sama menurunkan beberapa pemain lapis kedua sebagai starter. Inggris yang tampil dominan di babak pertama dan unggul telak 4-0 atas Prancis.
Declan Rice membuka skor Inggris ketiga laga baru berjalan 2 menit. Tiga Singa menambah gol melalui Ezri Konsa dan Bukayo Saka (brace).
Prancis melakukan perubahan pemain selepas turun minum. Strategi Didier Deschamps terbukti jitu dengan Les Bleus berhasil mengejar 3 gol lewat Kylian Mbappe (brace) dan Bradley Barcola.
Inggris memainkan beberapa pemain intinya seperti Jude Bellingham guna mengamankan keunggulan. Tiga Singa menambah 2 gol melalui Saka (penalti) dan Bellingham, sementara Prancis hanya membalas
lewat Ousmane Dembele. Laga tuntas untuk kemenangan Inggris 6-4.
Baca Juga: Jelang Indonesia Super League, Ramalingom Tumpuan Lini Depan Persita
Total 10 gol sepanjang 2×45 menit pertandingan menjadi rekor baru. Prancis vs Inggris menjadi laga Piala Dunia kedua dengan masing-masing tim mencetak 4 gol setelah duel Uni Soviet vs Kolombia (4-4) pada 1962.
10 Gol yang tercipta juga menjadi salah satu yang terbesar dalam sebuah laga Piala Dunia. Jumlahnya hanya kalah dari 11 gol ketika Hungaria mengganyang El Salvador 10-1 pada 1982.
Winger Inggris Bukayo Saka tak menampik duel kontra Prancis berjalan seru dan menarik. Dia senang timnya akhirnya berhasil menang dan meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026.
“Itu pertandingan yang sangat gila. Kami masih kecewa karena tidak lolos ke final, tetapi ini tentang menyelesaikan pertandingan dengan baik dan bagi kami memberikan negara ini hasil terbaik di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir, jadi kami senang dengan hasil akhirnya,” kata Saka, dilansir dari BBC.
“Saya pikir babak pertama berjalan untuk kami. Kami memenangkan babak pertama, mereka memenangkan babak kedua dan pada akhirnya kami mencetak dua gol untuk memenangkan pertandingan, jadi saya akan mengatakan begitulah jalannya pertandingan,” ujarnya.
FIFA menobatkan Bukayo Saka sebagai Man of The Match (MoTM) pertandingan kali ini. Performa gacornya membawa Inggris mencapai prestasi terbaik di Piala Dunia sejak menjadi kampiun pada 1966.
Baca Juga: Matador, Juara Piala Dunia Bertabur Rekor
“Ini laga yang benar-benar gila. Kami masih kecewa karena gagal ke final, tapi ini tentang mengakhiri dengan kuat dan memberikan finis terbaik bagi negara kami di Piala Dunia dalam 60 tahun. Kami senang dengan hasil akhirnya,” kata Saka usai laga Prancis vs Inggris, dilansir dari BBC.
Manajer Inggris Thomas Tuchel mengaku terkesan dengan perjuangan timnya. Meski demikian, hanya menjadi penonton untuk laga final Piala Dunia 2026 akan tetap terasa sakit untuk Harry Kane dkk.
“Melihat tim berjuang seperti ini memberi Anda energi. Rasa capeknya akan menyusul,” ujar Tuchel kepada BBC Sport.
“Kami masih akan merasakan sakit saat pertandingan final besok. Ini akan butuh waktu, tapi secara keseluruhan ini memberi saya energi lebih daripada yang diambil dari saya.”
Finis di posisi ketiga di Piala Dunia 2026 menjadi hasil terbaik Inggris di Piala Dunia sejak 1966. Dalam penampilan di dua semifinal sebelumnya pada 1990 dan 2018, Inggris kalah dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Sementara itu, pertandingan kali ini sekaligus menjadi yang terakhir buat Deschamps bersama Timnas Prancis. Dia memutuskan cabut dari posisi pelatih yang sudah dipegangnya sejak 2012.
Total 187 pertandingan dilalui Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Pria berusia 57 tahun itu sukses memenangkan trofi Piala Dunia 2018 dan UEFA Natons League 2021, serta runner-up Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2022.
Dari 187 laga, Prancis asuhan Deschamps meraih 121 kemenangan dan 35 kali imbang. 31 kekalahan didapat, termasuk dalam 2 laga terakhirnya membesut tim di Piala Dunia 2026.
Didier Deschamps mengaku salah menerapkan strategi di babak pertama menghadapi Inggris. Baginya kekalahan dalam laga terakhirnya bersama Prancis terasa menyakitkan. “Ini kekalahan. Kami tertinggal 4-0; kami bermain buruk di babak pertama. Meskipun begitu, kami menunjukkan perlawanan, dan ada beberapa hal yang kami lakukan dengan baik,” kata Deschamps dalam laman resmi FIFA.
“Kami memiliki 2 peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4, dan setelah itu, kami sedikit lebih agresif… Kami melakukan apa yang kami tahu caranya,” dia menambahkan.
“Ini kesalahan saya; saya pasti tidak melakukan apa yang dibutuhkan di babak pertama. Setidaknya itu terlihat seperti sesuatu, meskipun kekalahan ini menyakitkan. Jelas, akan lebih baik jika kami finis di posisi ketiga,” ujarnya.
Federasi Sepakbola Prancis (FFF) memberikan pesan perpisahan buat Didier Deschamps usai laga kontra Inggris. Zinedine Zidane kemungkinan besar menggantikannya sebagai pelatih Timnas Prancis. (dm)




























