SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi temuan terbesar dari program cek kesehatan gratis (CKG) di Kota Tangerang yang sudah dilaksanakan selama ini. Penyakit dimaksud terutama yang berkaitan dengan pola hidup dan kondisi metabolisme tubuh.
”Pada kelompok usia di atas 15 tahun, Dislipidemia menjadi temuan dengan persentase tertinggi, yakni 59,02 persen. Selanjutnya, ditemukan obesitas sebesar 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa sebesar 12,85 persen dan hipertensi sebesar 3,2 persen,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Rabu (2/9/2026). Hingga Agustus 2026, sekitar 926.384 warga Kota Tangerang telah mengikuti CKG.
Ia menjelaskan, temuan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena faktor risiko PTM dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius apabila tidak dikendalikan. “Permasalahan kesehatan masyarakat masih banyak dipengaruhi faktor risiko penyakit tidak menular, terutama gaya hidup kurang aktif dan obesitas. Karena itu, penting untuk mendorong pola hidup sehat dan aktivitas fisik secara rutin,” ujarnya.
Dislipidemia sendiri berkaitan dengan kondisi kadar lemak dalam darah yang tidak normal. Kondisi tersebut perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani dengan baik.
”Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko yang dimiliki sejak dini. Pemeriksaan juga tidak berhenti pada pemberian hasil skrining. Apabila ditemukan masalah kesehatan, peserta dapat memperoleh tatalaksana dari tim medis yang bertugas atau mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Bagi peserta yang terdiagnosis hipertensi maupun diabetes melitus, misalnya, dapat diberikan tatalaksana awal berupa obat CKG selama 15 hari. Setelah itu, pasien diarahkan untuk melanjutkan kontrol ke puskesmas atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS agar kondisi kesehatannya dapat terus dikendalikan.
Baca Juga: Hipertensi-Diabetes Jadi Temuan Dominan CKG di Lebak
“Jangan takut melakukan pemeriksaan. Dengan mengenal kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat,” pungkasnya. (made)

















