SATELITNEWS.COM, LEBAK – Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lebak mengungkap dua penyakit tidak menular (PTM) yang paling banyak ditemukan, yakni hipertensi dan diabetes. Temuan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak karena kedua penyakit itu berisiko memicu komplikasi jika tidak ditangani sejak dini.
Sekretaris Dinkes Lebak, Endang Komarudin mengatakan, tingginya temuan hipertensi dan diabetes terlihat dari pelaksanaan CKG yang hingga kini telah menjangkau lebih dari separuh penduduk Lebak. “Benar, dua PTM ini memang angkanya tinggi sejauh CKG yang telah kita lakukan sampai saat ini,” kata Endang, belum lama ini.
Menurut dia, hasil pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit tidak menular di tingkat pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan obat di Puskesmas melalui anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Insya Allah obat-obatan aman. Hanya yang juga kita akan tingkatkan adalah Prolanis dengan kegiatan olahraga di Puskesmas dan pencegahan melalui penyuluhan tentang pola hidup sehat,” ujarnya. Endang menegaskan, CKG tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah sakit. Pemeriksaan gratis tersebut juga menyasar warga yang merasa sehat, sehingga berbagai faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.
Di Kabupaten Lebak, cakupan CKG bahkan telah melampaui target pemerintah. Dari target 46 persen, pelaksanaannya disebut sudah mencapai sekitar 57 persen dari jumlah penduduk. “Pemeriksaan ini bukan hanya untuk yang sakit, tetapi yang sehat juga. Dari target pemerintah 46 persen, cakupan CKG kita sudah 57 persen dari jumlah penduduk Lebak,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat yang hasil pemeriksaannya menunjukkan adanya faktor risiko agar tidak berhenti pada pemeriksaan saja. Warga diminta rutin melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan tingkat pertama agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. “Bisa segera mendapat penanganan atau pengobatan sehingga mencegah komplikasi. Di samping itu juga penting dalam menjaga pola hidup sehat,” katanya.
Baca Juga: Bangun Kesadaran Masyarakat, Rutan Pandeglang Gelar Cek Kesehatan Gratis
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya menyebut pelaksanaan CKG di Kabupaten Lebak telah mencapai sekitar 56 persen atau setara dengan kurang lebih 800 ribu warga. Menurut Andra, program tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat sekaligus membantu pemerintah menemukan penyakit yang berpotensi membahayakan apabila terlambat ditangani.
“Provinsi Banten sudah 7,2 juta warga Banten telah melaksanakan CKG. Lagi-lagi kami menemukan banyak temuan terkait hipertensi dan diabetes,” ujar Andra, usai membuka kegiatan CKG di GOR Ona Rangkasbitung, Senin (21/9/2026).
Ia menilai temuan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Edukasi mengenai pencegahan penyakit juga terus didorong melalui Puskesmas maupun rumah sakit. “Kita melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas-puskesmas atau RSUD agar masyarakat lebih aware terhadap kesehatannya,” katanya.(mulyana)

















