SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kemarau ekstrem yang diduga dipengaruhi fenomena El Nino Godzilla melanda wilayah Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak dalam dua bulan terakhir hingga mencapai 18 ribu sampai 25 ribu kasus per bulan.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi buah dan sayur, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan masyarakat yang memiliki penyakit komorbid.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan kemarau panjang yang disebabkan El Nino Godzilla membuat suhu udara sangat panas dan hujan jarang turun. Kondisi tersebut, kata dia, membuat virus berterbangan sehingga dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Hal ini tentunya membahayakan, khususnya bagi lansia, anak-anak, dan seseorang yang mengidap penyakit komorbid,” kata Hendra Tarmizi kepada Satelit News, Rabu (23/9).
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan melakukan pencegahan sedini mungkin. Salah satunya dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi sayur dan buah, khususnya bagi kelompok rentan.
“Jika keluar rumah atau aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Latih 274 Petugas Pemulasaraan Jenazah
Menurut Hendra, dampak kemarau ekstrem juga terlihat dari meningkatnya kasus ISPA dalam dua bulan terakhir, yakni Juli dan Agustus 2026. Dalam periode tersebut, jumlah kasus ISPA mencapai 18 ribu hingga 25 ribu kasus per bulan.
Ia mengatakan peningkatan kasus tersebut dipicu cuaca panas ekstrem dan angin kering akibat dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang.
“Dalam dua bulan terakhir, kasus ISPA melonjak tajam, dan ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem,” katanya.
Hendra mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas di seluruh Kabupaten Tangerang terus mengantisipasi tren kenaikan kasus tersebut agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan yang lebih berat bagi warga yang terpapar.
Adapun tanda-tanda atau gejala ISPA terbilang mirip dengan virus influenza, di antaranya demam, batuk, pilek, badan sakit, hingga pusing.
“Pihak kesehatan telah melakukan pengobatan intensif untuk mencegah perburukan menjadi bronkopneumonia (radang paru),” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani, menambahkan masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah. Sebab, asap yang ditimbulkan dari pembakaran sampah dapat mengganggu pernapasan.
Baca Juga: Jenguk Balita Stroke Iskemik, Bupati Tangerang Pastikan Pengobatan Gratis
“Selain itu, masyarakat sebaiknya juga tidak membakar sampah, karena asap yang ditimbulkan dapat mengganggu pernapasan,” tambahnya. (alfian/aditya)
















