SATELITNEWS.COM, SERANG — Ahmad Muhibbin resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Serang, periode 2026-2031, Sabtu (26/9/2026).
Muhibbin yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang itu, dilantik langsung oleh Ketua II Harian DPN HKTI Mulyono Machmur, bersama para ketua DPC HKTI kabupaten/kota lainnya se-Provinsi Banten.
Usai dilantik, Muhibbin mengatakan HKTI Kabupaten Serang akan memperkuat peran organisasi sebagai mitra dan pendukung kebijakan pemerintah di sektor pertanian, khususnya berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan petani.
“Prioritas kita ke depan adalah supporting system terhadap kebijakan-kebijakan Pak Prabowo yang hari ini dirasakan pro terhadap petani,” kata Muhibbin.
Menurutnya, terdapat sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian HKTI Kabupaten Serang. Di antaranya meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani, mendorong swasembada serta ketahanan pangan, melakukan modernisasi dan regenerasi petani, hingga memperluas akses terhadap sarana produksi dan pembiayaan.
Ia juga menyoroti pentingnya akses petani terhadap lahan dan alat produksi. Selain itu, menurut Muhibbin, kebijakan pemerintah mengenai harga pembelian gabah menjadi salah satu instrumen yang diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani.
Baca Juga: Karang Taruna Banten Siapkan Rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Oktober Mendatang
Pemerintah sendiri, pada tahun 2026 menetapkan HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, melalui kebijakan pengadaan gabah dan beras dalam negeri. Kebijakan tersebut ditujukan antara lain untuk menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Muhibbin mengatakan HKTI juga akan menjalankan arahan Ketua Umum HKTI Sudaryono dan Ketua DPD HKTI Provinsi Banten Andra Soni untuk memperkuat sektor pertanian di daerah.Namun, di tengah berbagai kebijakan tersebut, ia menyadari ada pekerjaan besar yang tidak kalah penting, yakni memastikan generasi muda mau melihat pertanian sebagai pilihan masa depan.
“Regenerasi petani itu salah satu contohnya. Memang tak mudah. Salah satunya membangun kesadaran bahwa bertani itu menghasilkan, bertani itu menjadi pilihan bagi kalangan muda, bahwa ini adalah pilihan alternatif untuk masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Menurut Muhibbin, regenerasi petani tidak cukup hanya dengan mengajak anak muda turun ke sawah. Dibutuhkan ekosistem yang membuat generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki masa depan.
Ia menilai keberadaan organisasi-organisasi petani muda menjadi salah satu modal untuk mendorong perubahan tersebut. HKTI Kabupaten Serang juga akan berupaya membangun sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian.
“Bagaimana kemudian ini bisa mengajak anak petani bertani. Contohnya anak petani bisa melanjutkan apa yang dilakukan oleh bapak ibunya,” tandasnya.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Serang Sosialisasikan Raperbup ke 100 Pengusaha
Muhibbin berharap, pertanian tidak lagi dipandang sekadar sebagai pekerjaan yang diwariskan dari orang tua kepada anak.
Lebih dari itu, pertanian harus mampu menjadi sektor ekonomi yang memberikan kepastian penghasilan dan masa depan bagi generasi berikutnya.
“Jadi, petani itu, bertani itu bukan hanya menjadi potensi, tapi insyaallah dengan kestabilan harga yang ada dan sudah digulirkan oleh Pak Prabowo berkaitan dengan HPP beras, padi, bahwa petani ini potensial untuk masa depan insyaallah akan terealisasi.,” ujarnya lagi.
Dengan kepengurusan baru, HKTI Kabupaten Serang diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi petani, tetapi juga menjadi jembatan antara petani, pemerintah, generasi muda, serta berbagai pihak yang berkepentingan dalam penguatan sektor pertanian. (sidik)

















