ATELITNEWS.COM, LEBAK – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya bergantung pada tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. Penguatan tata kelola, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci agar UMKM mampu naik kelas.
Ketua Kadin Banten Mochammad Azzari Jayabaya mengatakan, UMKM harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Pelaku usaha tidak cukup hanya menjadi penerima program, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis secara mandiri.
“UMKM tidak boleh hanya menjadi objek program. Kita harus mendorong agar UMKM menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi,” kata Azzari saat Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Banten di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (25/9/2026).
Menurut Azzari, persoalan UMKM tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberikan bantuan permodalan. Kemampuan mengelola keuangan, menentukan harga, meningkatkan kualitas produk dan membaca kebutuhan pasar juga harus diperkuat.
“Kalau ingin UMKM naik kelas, kita harus melihat usaha itu secara utuh. Bukan hanya modalnya, tetapi juga kemampuan orang yang menjalankannya,” ujarnya.
Ia menilai pembukuan menjadi salah satu dasar yang harus dibenahi. Pencatatan keuangan yang tertib akan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis sekaligus memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
“Pelaku usaha perlu memahami berapa biaya produksinya, berapa pemasukan dan pengeluarannya, serta bagaimana memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi,” katanya.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan akses pembiayaan. Menurut Azzari, tambahan modal akan lebih efektif apabila pelaku usaha memiliki kemampuan mengelola dan mengarahkan dana tersebut untuk kebutuhan produktif.
“Ketika usaha ingin berkembang, tentu membutuhkan pembiayaan. Tetapi akses pembiayaan itu harus diikuti kemampuan mengelola usaha agar modal benar-benar digunakan secara produktif,” tuturnya.
Di sisi lain, Kadin Banten mendorong UMKM mulai beradaptasi dengan perkembangan digital. Teknologi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk pemasaran, tetapi juga untuk pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, komunikasi dengan pelanggan hingga membangun merek usaha.
“Kita tidak ingin UMKM tertinggal hanya karena tidak mengikuti perubahan teknologi,” kata Azzari.
Namun, ia mengingatkan digitalisasi tidak harus dipaksakan dengan pola yang sama kepada seluruh pelaku usaha. Pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing UMKM agar benar-benar berdampak terhadap bisnis.
Baca Juga: Festival Muharram Cengkok Padukan Layanan Publik dan Pemberdayaan UMKM
“Kadin harus ikut mendorong UMKM naik kelas. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, mendorong digitalisasi dan memberikan training yang sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Azzari menambahkan, penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan ekosistem yang lebih kuat, UMKM di Banten diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.
“Yang kita dorong adalah bagaimana UMKM bisa tumbuh, berkembang dan memiliki kemampuan menghadapi perubahan ekonomi,” pungkasnya.(mulyana)

















