SATELITNEWS.COM, LEBAK–Suasana Jalan Multatuli, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang semestinya lengang saat dini hari justru kerap berubah menjadi arena kebut-kebutan. Aksi balap liar yang dilakukan sekelompok pengendara itu membuat warga dan pengguna jalan resah. Untuk menghindari korban jiwa Polres Lebak Diminta bertindak.
Menurut warga, aktivitas tersebut biasanya berlangsung ketika kondisi jalan mulai sepi. Selain mengganggu kenyamanan warga, aksi kebut-kebutan dinilai membahayakan keselamatan pengendara lain yang melintas di kawasan tersebut. Azi Odoh, warga Muhara, Kecamatan Rangkasbitung, mengatakan aksi balap liar masih ditemukan di Jalan Multatuli. Menurutnya, aktivitas tersebut berlangsung pada waktu dini hari ketika arus kendaraan relatif sepi.
“Minggu kemarin, ada aksi balap liar di sepanjang Jalan Multatuli Rangkasbitung. Kejadiannya dini hari saat jalanan sepi,” kata Odoh, Kamis (24/9/2026). Ia mengaku terganggu dengan aktivitas tersebut. Terlebih, aksi kebut-kebutan tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga masyarakat yang kebetulan melintas. “Sangat terganggu, apalagi kegiatan liar itu sangat membahayakan keselamatan jiwa, baik pelaku balap liar maupun pengendara lainnya,” ujarnya.
Odoh menambahkan, kawasan Jalan Multatuli juga terdapat sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas kesehatan. Karena itu, suara kendaraan dan aktivitas balap liar dinilai dapat mengganggu kenyamanan lingkungan. “Selain penduduk sekitar, di Jalan Multatuli juga terdapat fasilitas kesehatan. Artinya, itu sangat mengganggu kenyamanan,” katanya. Ia berharap kepolisian meningkatkan pengawasan pada jam-jam rawan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.
“Karena ini mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan jiwa, tidak hanya saya, warga lainnya pun berharap ada upaya konkret dari pihak kepolisian untuk menindak para pelaku balap liar,” tuturnya.
Menurut Odoh, patroli kepolisian sebenarnya sudah dilakukan. Namun, para pelaku diduga memilih waktu tertentu untuk beraksi dan menghindari petugas. “Kepolisian suka ada patroli, namun para pelaku ini diduga kucing-kucingan sama petugas. Saya harap patrolinya dimasifkan supaya tidak ada lagi yang namanya balap liar,” katanya.
Baca Juga: Warga Bogor Tewas Tergantung di Tambang Pasir Lebak
Selain Jalan Multatuli, sejumlah ruas jalan di Rangkasbitung juga menjadi perhatian kepolisian, di antaranya Jalan RT Hardiwinangun dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta. Kondisi jalan yang relatif lurus membuat sejumlah lokasi tersebut berpotensi digunakan untuk kebut-kebutan, terutama pada malam hingga dini hari.
Polsek Rangkasbitung pun meningkatkan kegiatan patroli malam melalui Blue Light Patrol. Personel menyisir sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan dijadikan tempat berkumpulnya pengendara maupun lokasi balap liar.
Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga mengatakan patroli malam dilakukan secara rutin oleh personel piket sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Patroli ini dilaksanakan setiap malam oleh personel piket Polsek Rangkasbitung dalam rangka menjaga keamanan dan kewaspadaan di wilayah hukum Polsek Rangkasbitung,” kata Henri.
Ia menjelaskan, patroli dilakukan dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk ruas jalan yang kerap digunakan masyarakat untuk beraktivitas pada malam hari. “Personel melaksanakan pemantauan di sejumlah lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Patroli tersebut juga dilakukan pada jam-jam rawan. Salah satunya berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB dengan menyisir ruas Jalan Multatuli dan sejumlah kawasan lainnya. Menurut Henri, patroli bukan hanya ditujukan untuk mencegah balap liar, tetapi juga mengantisipasi berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.
“Patroli malam merupakan kegiatan rutin yang dilakukan personel piket. Selain memantau situasi, anggota juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Baca Juga: Bocah 9 Tahun di Lebak Tewas Diduga Terserempet Kereta
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyambangi warga yang sedang melaksanakan ronda atau siskamling. Polisi mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan sekaligus segera memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Henri mengatakan, informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya kepolisian mencegah gangguan kamtibmas.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan adanya aktivitas yang mengganggu kamtibmas, segera informasikan kepada kepolisian,” katanya. Ia menegaskan, keberadaan patroli diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah ruas jalan di Rangkasbitung dimanfaatkan untuk aktivitas yang membahayakan pengguna jalan. “Dengan patroli dan peran serta masyarakat, kami berharap situasi kamtibmas di wilayah Rangkasbitung tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(mulyana)

















