SATELITNEWS.COM, LEBAK— Sebanyak 53 ruas jalan di Kabupaten Lebak kini dikebut pengerjaannya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak menargetkan seluruh proyek yang masuk program APBD murni 2026 tersebut rampung sebelum tahun berganti.
Plt Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi mengatakan, pekerjaan perbaikan jalan yang telah masuk dalam perencanaan APBD murni 2026 saat ini secara umum sudah mendekati penyelesaian. “Sudah hampir rampung semua progresnya untuk perbaikan dalam perencanaan anggaran murni,” kata Dade, Kamis (24/9/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Lebak menyiapkan anggaran sekitar Rp75 miliar. Dana itu diarahkan untuk memperbaiki jalan kabupaten sekaligus meningkatkan akses jalan poros desa. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp47,4 miliar dialokasikan untuk menangani 11 ruas jalan berstatus kabupaten. Panjang jalan yang mendapat penanganan mencapai 13,3 kilometer.
Sementara, jalan poros desa mendapat alokasi sekitar Rp27,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menangani 42 ruas dengan total panjang mencapai 21,05 kilometer. Dade memastikan seluruh pekerjaan yang telah direncanakan melalui APBD murni tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.
Menurut dia, perhatian terhadap infrastruktur jalan pada tahun ini juga ditunjukkan melalui peningkatan anggaran dibandingkan tahun sebelumnya. “Alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Hasbi-Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu fokus program kerja.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Program peningkatan jalan pun dipastikan tidak berhenti pada tahun ini. DPUPR Lebak akan kembali melanjutkan penanganan infrastruktur jalan pada 2027 dengan dukungan anggaran yang lebih besar. Dade menyebut, secara keseluruhan DPUPR Lebak pada tahun depan direncanakan memperoleh anggaran sekitar Rp200 miliar. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan alokasi tahun berjalan.
“Tahun depan ya rencana secara keseluruhan itu Rp200 miliar. Otomatis untuk perbaikan jalan juga jatahnya pasti bertambah,” katanya. Meski demikian, Dade belum merinci besaran anggaran yang secara khusus akan dialokasikan untuk program perbaikan jalan pada 2027. Ia memastikan sektor tersebut tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan infrastruktur Lebak. “Perbaikan jalan di tahun 2027 masih jadi prioritas, karena Lebak masih memiliki beberapa ruas jalan yang belum mantap,” pungkasnya.(mulyana)

















