SATELITNEWS.COM, SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, akan menggelar kegiatan beach cleaning atau aksi bersih-bersih pantai di sepanjang kawasan wisata Anyer hingga Cinangka.
Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan kepercayaan wisatawan, setelah kunjungan wisata mengalami penurunan akibat masifnya pemberitaan mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasdya mengatakan, penurunan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level 2 diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata di kawasan Anyer dan Cinangka.
“Status GAK turun, nah itu jadi momentum kita untuk bangkit kembali di Anyer dan Cinangka,” kata Anas, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, dampak pemberitaan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau cukup besar terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Bahkan, penurunan kunjungan di sejumlah hotel di kawasan wisata tersebut disebut berkisar antara 50 hingga 80 persen.
“Penurunan kunjungan kemarin sampai 50 persen sampai 80 persen. Bervariasi antara hotel juga. Tapi yang jelas memang pengaruhnya sangat besar karena pemberitaan soal GAK masif,” ujarnya.
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan, Pemkab Serang akan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta sejumlah organisasi lainnya dalam kegiatan beach cleaning yang akan dilaksanakan dari kawasan Anyer hingga Cinangka pada Jumat 25 September.
Anas menyebut kegiatan tersebut akan dibagi ke dalam sekitar 13 hingga 15 titik. Setiap titik nantinya akan melibatkan dua OPD bersama PHRI dan pengelola pantai.
“Insyaallah semua OPD. Kita meyakinkan bahwa Anyer itu aman. Kegiatannya bersih-bersih pantai, utama itu, sambil melakukan promosi bahwa Anyer itu aman,” tuturnya.
Anas menilai, promosi mengenai keamanan kawasan wisata perlu dilakukan secara masif untuk mengimbangi pemberitaan mengenai Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya cukup mendominasi perhatian publik.
“Karena sekarang pemberitaan harus terus masif. Pemberitaan bahwa Anyer selamat harus masif juga, karena masih ada anggapan kalau mau ke Serang atau ke Anyer masih bimbang,” pungkasnya.
Anas berharap dengan turunnya status Gunung Anak Krakatau ke Level 2, wisatawan tidak lagi khawatir untuk berkunjung ke kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Baca Juga: Pemkab Serang Panen Bawang Merah untuk Dorong Produktivitas Petani
“Mudah-mudahan dengan turunnya status Gunung Anak Krakatau jadi Level 2, mudah-mudahan wisatawan boleh ini lagilah, tidak usah khawatir ke Anyer. Insyaallah selamat,” ujarnya.
Selain bertujuan meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan, kegiatan beach cleaning juga diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata pesisir. Menurut Anas, kebersihan pantai merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini tentunya selain meningkatkan tingkat kepercayaan wisatawan agar kembali ke Anyer, di samping itu juga menambah bahwa kita ini peduli akan kebersihan,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan gerakan Indonesia Asri yang menjadi arahan pemerintah pusat. Jika diperlukan, aksi bersih-bersih pantai juga dapat kembali dilakukan pada Jumat-Jumat berikutnya.
Di sisi lain, Anas menyebut dampak penurunan kunjungan wisatawan tidak hanya dirasakan oleh pengusaha hotel dan restoran, tetapi juga para pedagang kecil di kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
“Kasihan juga kalau ini, bukan pengusaha saja, pedagang-pedagang kecil juga sama. Ini kan baru beberapa minggu. Belum ada yang tutup, hanya terganggu karena sedikitnya jumlah pengunjung,” ungkapnya.
Sementara, terkait capaian kunjungan wisatawan, Anas menyebut jumlah wisatawan yang telah berkunjung ke Kabupaten Serang saat ini sudah mencapai lebih dari 3 juta orang dari target sekitar 3,6 juta wisatawan. (sidik)

















