SATELITNEWS.COM, SERANG—Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten dan KONI Banten kembali membuat kebijakan dadakan. Mereka menghapus dua nomor pertandingan cabang olahraga menembak yakni nomor 10 m air rifle putri dan IPSC Production putra.
Kedua nomor tersebut masih tercantum pada pada surat keputusan (SK) perubahan pertama nomor pertandingan nomor 81/KONI-BTN/PANPEL SC-PORPROV/VII/2026 tentang Perubahan atas Keputusan Ketua Umum Nomor 78/KONI-BTN/SC-PORPROV/VII/2026 tentang Penetapan Nomor/Kelas Pertandingan/Perlombaan PORPROV VII Banten tahun 2026 di Kota Tangerang Selatan. Namun pada saat satu hari jelang penutupan entry by number Sabtu, 1 Agustus 2026 keluar SK yang meniadakan kedua nomor tersebut.
“Kami sudah melakukan entry by number sesuai SK nomor 78 dan sudah masuk dalam pendaftaran karena sudah sesuai jadwal entry. Tapi, mendadak ada perubahan lagi. Ini Porprovnya seperti nggak serius. Seharusnya semua sudah tidak bisa diubah jika sudah masuk tahapan entry by number atau class,” ujar Evi Susanti, Koordinator Penanggungjawab Entry By Number/Class Kabupaten Tangerang.
Menurut Evi dalam aturan pelaksanaan Porprov yang tertuang dalam SK perubahan bisa terjadi apabila ada kekeliruan bukan karena keinginan tuan rumah atau KONI Banten.
Sementara itu pelatih cabor menembak Kabupaten Tangerang Theodora Dasantari menegaskan alasan penghapusan dua nomor tersebut terkesan mengada-ada. Terutama untuk nomor 10 m Air Rifle Putri yang dihapus tanpa dasar yang kuat, karena nomor tersebut andalan Kabupaten Tangerang dalam meraih medali emas.
“Ini aneh karena nomor 10 m Air Rifle Putra dipertandingkan, alasan yang kami dapat informasinya adalah karena atlet putri Kabupaten Tangerang menguasai nomor ini. Padahal ini adalah nomor andalan Banten di PON, PON di Aceh kita dapat perak,” jelas Theodora yang juga juri dan wasit nasional.
Baca Juga: Persiapan Porprov Bakal Dievaluasi KONI Banten
“Kalau IPSC Production Putra okelah kami terima alasannya, karena panitia kurang dana mengingat nomor senjata api ini butuh biaya tidak sedikit. Tapi ini nomor wajib yang biasa dipertandingkan di level Olimpiade, Asian Games dan SEA Games malah nggak dipertandingkan,” cetus Theodora.
Hal ini berlaku terbalik dengan cabor angkat besi, dimana nomor yang dipertandingkan sesuai dengan ketentuan PON yakni satu nomor memperebutkan 3 medali emas.
“Ini karena di PON nanti angkat besi akan memperebutkan 3 medali emas, makanya di Porprov juga melaksanakan yang sesuai dengan ketentuan PON,” ungkap Deni Arisandi, salah satu pimpinan Steering Committee atau Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov VII Banten. (gatot)

















