SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Persiapan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 akan dievaluasi KONI Banten selakuk panitia pengawas dan pengarah (Panwasra). Evaluasi itu akan disampaikan dalam rapat yang diagendakan berlangsung hari ini Selasa (29/9).
Ketua PB Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026, Pilar Saga Ichsan mengatakan dalam rapat itu akan ada pemaparan progres persiapan Porprov dari seluruh bidang.
“Nanti ada evaluasi yang Panwasra itu memberikan masukan. Hal-hal teknis apa saja yang harus dievaluasi dari persiapan kita,” ujar Pilar, Senin (28/9).
Pilar menyebut, kesiapan Porprov tidak dapat dinilai hanya berdasarkan persentase karena proses persiapan masih terus berjalan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Di bidang pertandingan, misalnya, proses entry by name dan entry by number telah dilakukan. Beberapa kabupaten/kota sebelumnya juga meminta perpanjangan waktu untuk memasukkan atau memperbarui nama atlet.
“Intinya bahwa dari semua bidang sudah menjalankan tugas masing-masing. Dari bidang pertandingan sudah ada entry by name, entry by number. Kemarin juga entry by name dari beberapa kota kabupaten minta diperpanjang. Ada beberapa yang dimasukin lagi. Saya buka untuk waktu beberapa hari lalu kita close lagi untuk difinalisasi,” ungkapnya.
Selain bidang pertandingan, Pilar memastikan bidang kesehatan, keamanan, sarana dan prasarana (sarpras), serta bidang lainnya juga telah menjalankan tugas masing-masing.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
“Besok kita sampaikan semuanya. Lalu di bidang kesehatan, di bidang keamanan, di bidang Sarpras dan lain sebagainya. Itu sudah bisa berjalan semuanya. Besok kita akan paparkan nanti dari hasil evaluasi itu apa saja yang kurang. Apalagi yang harus ditambahkan,” jelasnya.
Pilar melanjutkan, terkait kesiapan venue pertandingan, dirinya menyatakan seluruh lokasi yang dipersiapkan telah selesai ditinjau. Sebelumnya, jajaran KONI Provinsi Banten juga telah melakukan pengecekan venue secara langsung. Hasil peninjauan tersebut akan kembali dibahas dalam rapat bersama Panwasra untuk kemudian dilakukan finalisasi.
“Sudah selesai, besok kita laporkan, kemarin teman-teman dari KONI provinsi juga sudah melakukan peninjauan ke lapangan satu persatu. Venue-nya sudah ada penilaian juga. Besok kita coba finalisasi,” katanya.
Pilar menegaskan, sejauh ini tidak terdapat kendala besar dalam persiapan penyelenggaraan Porprov. Seluruh bidang disebut masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Di sisi anggaran, pihaknya masih menunggu pencairan hibah untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan Porprov. Hibah tersebut berasal dari KONI Provinsi Banten dan KONI Tangsel.
“Anggaran porprov ya kita tunggu pencairan berikutnya. Yang pertama dari provinsi Banten. Dari KONI provinsi. Kita sudah ada evaluasi kemarin,” sebutnya.
Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel
Ia berharap proses pencairan hibah tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga kebutuhan persiapan Porprov dapat segera dipenuhi. Adapun hibah Porprov dari KONI Tangsel disebut mencapai sekitar Rp15 miliar. Sementara hibah dari KONI Provinsi Banten sebesar Rp6,8 miliar.
“Tinggal pencairannya di minggu ini. Dari hibah KONI provinsi Banten sama dari hibah KONI Tangsel. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilakukan pencairan,” paparnya.
Pilar melanjutkan, penggunaan kedua sumber anggaran tersebut akan dipisahkan berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB) masing-masing. Dengan demikian, penggunaan dana dari KONI Tangsel dan KONI Provinsi Banten tidak saling tumpang tindih.
“Dari provinsi itu 6,8 miliar. Itu akan nanti kita gunakannya terpisah. Ada RAB masing-masing. RAB yang dari KONI Tangsel itu,” sebutnya.
Sementara itu, terkait proses pencairan hibah berikutnya, Pilar menyebut pertanggungjawaban atas penggunaan hibah sebelumnya telah diselesaikan.
Ia menjelaskan, KONI Tangsel sebelumnya telah menggunakan sekitar Rp12 miliar untuk kebutuhan operasional KONI dan hibah kepada cabang olahraga. Penggunaan anggaran tersebut telah dituangkan dalam surat pertanggungjawaban (SPJ).
“Semua yang sudah dikeluarkan 12 miliar itu. Itu digunakan untuk keperluan operasional KONI. Dan digunakan untuk hibah cabang olahraga. Kemarin sudah selesai semua memberikan SPJ. Sudah ada penilaian. Itu kan dari Dispora,” uungkapnya.
“Maka dari itu inspektorat memberikan arahan. Untuk bisa dilakukan pencairan tahun berikutnya. Artinya sudah selesai itu yang Rp12 M ya,” lanjut Pilar. (eko)



















